Dewi Puspitosari

Abdi Negara yang mencoba untuk menghamba pada siswa...

Selengkapnya
Navigasi Web
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI KEBAJIKAN

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI KEBAJIKAN

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.1

PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN

SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

Oleh :

Dewi Puspitosari, S.Pd.SD

CGP Angkatan 7 – Cilacap

Guru SDN Bantarpanjang 04

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk sharing pengalaman dan aktivitas selama mengikuti program CGP alur MERDEKA pada modul 3.1, yang di program ini guru-guru penggerak belajar tentang bagaimana melakukan pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin. Tujuan lain dari mempelajari modul ini adalah bagaimana bersikap reflektif, kritis, dan terbuka dalam menganalisis nilai-nilai kebajikan yang terkandung dalam sebuah pengambilan keputusan dilema etika.

Dalam artikel ini, saya ingin merefleksikan pengalaman dan kegiatan saya selama mengikuti program Calon Guru Penggerak dalam alur MERDEKA di modul 3.1 yang dalam jurnal refleksi dwimingguan ini saya menggunakan model I yaitu 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) atau 4P yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.

Facts (Peristiwa)

Pengalaman yang sangat positif saya dapatkan dalam mengikuti pembelajaran di modul 3.1 ini. Saya mengikuti tahapan pembelajaran yang diatur dengan urutan MERDEKA seperti pada modul-modul sebelumnya. Kata MERDEKA sendiri adalah singkatan dari langkah-langkah belajar yang harus dilalui, yaitu Mulai dari diri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Demonstrasi kontekstual, Elaborasi konsep, Ruang kolaborasi, Demonstrasi kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi, dan Aksi nyata.

Pada langkah “Mulai dari diri”, saya mulai untuk membangkitkan pengetahuan awal dengan mengamati keterampilan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan yang harus mempertimbangkan berbagai pihak yang terlibat, seperti murid, orang tua/wali murid, guru, pengawas, dan pihak komunitas sekolah yang semuanya itu di tayangkan dengan apik dalam bentuk narasi dan video dalam LMS.

Tahap eksplorasi konsep adalah saat melakukan eksplorasi mandiri untuk memahami konsep pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin di sekolah, yang bertujuan untuk menjadikan institusi sekolah sebagai institusi moral. Saya juga menjelaskan pentingnya pemimpin dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada tiga unsur, yaitu berpihak pada murid, bertanggung jawab, serta didasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal. Selain itu, saya juga menganalisis nilai-nilai kebajikan yang terkandung dalam sebuah pengambilan keputusan yang menghadapi dilema etika.

Pada tahap ruang kolaborasi, saya berpartisipasi dalam kolaborasi di ruang virtual dengan rekan-rekan CGP lainnya, dengan tujuan untuk saling berbagi, berkolaborasi, dan menerapkan keterampilan pengambilan keputusan berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.

Setelah melakukan tahap demonstrasi kontekstual, saya melakukan analisis tentang bagaimana proses pengambilan keputusan diterapkan berdasarkan pengetahuan yang saya pelajari tentang paradigma, prinsip, pengambilan dan pengujian keputusan di sekolah asal saya dan di sekolah/lingkungan lain. Saya melakukan wawancara dengan dua kepala sekolah yang berbeda untuk mengetahui praktik pengambilan keputusan yang biasa dilakukan oleh mereka.

Terdapat sedikit tantangan saat saya melaksanakan tugas wawancara dengan dua kepala sekolah yang berbeda sebagai bagian dari tujuh tahapan pengalaman belajar. Namun, saya berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan membuat pertanyaan yang bermakna dan relevan dengan tujuan saya. Akhirnya saya berhasil melakukan tugas tersebut sesuai dengan rencana dan sampai saat ini segala sesuatunya alhamdulillah berjalan dengan baik.

Feelings (Perasaan):

Perasaan saya sangat senang ketika belajar modul ini, karena saya dapat mempelajari ilmu pengetahuan baru yang sangat penting bagi seorang pemimpin pembelajaran. Sebagai seorang guru penggerak, saya harus memimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, melatih guru lain, mempromosikan kolaborasi antara guru, dan memajukan kepemimpinan siswa. Untuk melakukan tugas tersebut dengan baik, saya harus memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai kebajikan. Seperti yang saya pelajari, seorang guru penggerak harus memiliki nilai-nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan mendukung murid. Ketika mengambil keputusan, seorang pemimpin harus mempertimbangkan tiga unsur penting, yaitu mendukung murid, bertanggung jawab, dan didasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal. Selama mempelajari konsep materi dari awal hingga modul ini, saya menemukan banyak keterkaitan yang membantu saya memahami konsep tersebut dengan lebih baik dan membentuk pemahaman baru bagi saya.

Findings (Pembelajaran):

Mempelajari Modul Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai Kebajikan Seorang Pemimpin sangat memberi manfaat untuk para calon guru penggerak. Melalui modul ini saya diajrkan tentang bagaimana konsep pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin dalam sekolah sebagai institusi moral. Saya juga diajarkan bagaimana menjelaskan pentingnya pengambilan keputusan seorang pemimpin yang berdasarkan 3 unsur yaitu berpihak pada murid, bertanggung jawab, serta berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal.

Dalam pengambilan keputusan, terkadang terdapat banyak kepentingan yang saling bersinggungan dan dapat menyebabkan beberapa pihak merasa dirugikan atau tidak puas dengan keputusan yang diambil. Namun, semakin sering kita melakukan pengambilan keputusan, semakin terlatih dan fokus dalam mengambil keputusan yang tepat. Meskipun sulit untuk memilih antara beberapa pilihan yang benar, sebagai pemimpin, kita harus mempertimbangkan tiga unsur penting dalam pengambilan keputusan, yaitu mendukung murid, didasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal, dan bertanggung jawab atas semua konsekuensi dari keputusan yang diambil.

Pada modul 3.1 ini saya belajar tentang bagimana kita dalam mengambil keputusan terutama kita sebagai seorang pendidik dan pemimpin pembelajaran selalu memperhatikan tiga aspek sebelum memutuskan atau mengambil keputusan yang tepat yaitu keputusan kita tersebut harus berpihak kepada murid, keputusan kita tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan, serta keputusan kita tersebut harus mengandung nilai-nilai kebajikan universal yang telah kita yakini di dalam masyarakat. Di modul ini juga dipelajari bagaimana bersikap reflektif, kritis, dan terbuka dalam menganalisis nilai-nilai kebajikan yang terkandung dalam sebuah pengambilan keputusan dilema etika. Sehingga saya dapat belajar tentang bagaimana membedakan antara dilema etika dan bujukan moral, saya belajar tentang bagaiman mengambil keputusan jika terdapat dua pilihan yang sulit antara benar dan benar serta benar dan salah namun terkandung bujukan moral di dalamnya.

Ketika kita berada dalam situasi dilema etika, terdapat nilai-nilai kebajikan mendasar yang saling bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab, dan penghargaan akan hidup.

Dalam mempelajari modul ini saya belajar tentang paradigma situasi dilema etika, terdapat kategori seperti : individu vs kelompok, keadilan vs kasih sayang, kebenaran vs kesetiaan, serta jangka pendek vs jangka panjang. Dalam hal ini terdapat tiga prinsip pengambilan keputusan yang dapat digunakan dalam menghadapi dilema etika, yaitu: berpikir berdasarkan hasil akhir, berpikir berdasarkan peraturan, dan berpikir berdasarkan rasa peduli.

Saya juga belajar pada modul ini tentang bagimana dalam mengambil keputusan perlu dipastikan bahwa keputusan yang diambil itu benar dan tepat sasaran dalam menghadapi situasi dilema etika atau bujukan moral yang membingungkan. Terdapat 9 langkah yang dapat digunakan sebagai panduan untuk mengambil keputusan dan menguji keputusan yang akan diambil: Pertama, mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi tersebut; Kedua, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi tersebut; Ketiga, mengumpulkan fakta-fakta relevan yang berkaitan dengan situasi tersebut; Keempat, melakukan pengujian benar atau salah dengan menguji legalitas, regulasi/standar profesional, intuisi, publikasi, dan panutan/idola; Kelima, melakukan pengujian paradigma benar lawan benar; Keenam, melakukan prinsip resolusi; Ketujuh, melakukan investigasi opsi trilema; Kedelapan, membuat keputusan; dan terakhir, kesembilan, melihat kembali keputusan dan merenungkannya kembali. Yang perlu diperhatikan bahwa sembilan langkah pengambilan keputusan ini adalah panduan, bukan sebuah metode yang kaku dan harus diadaptasi dengan situasi yang sedang dihadapi.

Future (Penerapan):

Saya akan berusaha mengaplikasikan konsep pengambilan keputusan yang telah dipelajari dalam modul 3.1 ini, yakni empat paradigma, tiga prinsip, dan sembilan langkah untuk membangun kompetensi saya dalam membuat keputusan. Selain itu, saya akan berusaha untuk berbagi pengetahuan tentang ilmu baru yang telah dipelajari melalui sosialisasi pada rekan sejawat atau teman guru secara langsung, atau sharing melalui berbagai media baik melalui media sosial maupun melalui platform digital merdeka mengajar agar dapat diakses dengan mudah oleh guru-guru lainnya dan mendapatkan umpan balik sebagai bahan refleksi.

Artikel ini adalah hasil refleksi dari pengalaman dan pemahaman saya selama dua minggu belajar di modul 3.1 tentang pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin. Harapan saya, tulisan ini dapat memberikan pencerahan dan manfaat bagi para pembaca dan bisa memberikan komentar, kritik, saran atau umpan balik sebagai bahan refleksi dan perbaikan bagi saya sendiri.

Terimakasih untuk semua pembaca,

Mari bersama untuk: Bergerak, Tergerak dan Menggerakkan

Mari bersama untuk Belajar, Saling Berbagi, Saling Memotivasi, dan Selalu Menginspirasi.

Salam Bahagia dari Calon Guru Penggerak

Dewi Puspitosari, S.Pd.SD

CGP Angkatan 7 – Cilacap

Guru SDN Bantarpanjang 04 – Cimanggu – Cilacap

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post