Dewi Hamriani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mengejar 16 digit (Tantangan Menulis Hari Ke-21)

Mengejar 16 digit (Tantangan Menulis Hari Ke-21)

Setahun yang lalu aku mengenal sosok yang inspiratif. Namanya singkat, ia adalah Fenni. Jika kebanyakan orang mimiliki dua atau lebih suku kata untuk namanya, maka tidak untuk fenni.

Setelah mengenalnya lebih jauh, ternyata dia adalah seniorku dulu di kampus tempat kami menyelesaikan pendidikan strata satu. Aku mengenalnya di pendidikan profesi guru. Kami tinggal di kostan yang sama.

Memang peserta pendidikan profesi guru jurusan kimia ditempatkan di satu rumah selama mengikuti pendidikan tatap muka yang lebih dikenal dengan workshop. Selama sebulan kami tinggal di rumah yang sama, melakukan aktifitas bersama-sama. Memasak, makan dan mengerjakan tugas bersama.

Setelah kegiatan workshop selesai. Kami melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu PPL di sekolah yang di tunjuk oleh pihak kampus. Aku dan Kak Fenni di tempatkan di sekolah yang sama. Akhirnya kami mencari rumah kontrakan, dan untul satu bulan kedepan kami tinggal bersama di tempat yang baru.

Di rumah sederhana milik warga itu kami tinggal berempat. Ada pak Burhanuddin, Riyan dan kk fenni. Beberapa hari berlalu, aku melihat ada kejanggalan yang terjadi antara Burhan dan kak fenni. Mereka selalu berdiskusi dan tidak melibatkanku. Diam-diam kucari tahu apa yang mereka diakusikan. Akhirnya pertanyaanku terjawab. Mereka mendiskusikan soal-soal tes CPNS.

Diantara kami berempat, memang baru aku yang berstatus PNS. Setelah kutahu apa yang mereka diskusikan, akhirnya aku bisa tidur nyenyak. Ku akui selama beberapa hari aku selalu berfikir negatif tentang mereka. Jangan-jangan mereka sedang belajar untuk menyelesaikan soal-soal uji pengetahuan tanpa melibatkan ku. Yah... tes uji pengetahuan (UP) adalah momok bagi paserta pendidikan profesi guru. Ujian ini yang menjadi penentu apakah lulus pendidikan profesi y atau tidak.

Hari-hari berikutnya aku bergabung dengan diskusi mereka. Menjelang UP, kuberanikan diri untuk mengingatkan pak burhan dan kak fenni agar menghentikan sejenak belajar untuk ted CPNS. Agar mereka lebih fokus pada UP yang sudah di depan mata. Namun keduanya lebih fokus pada tes CPNS.

Akhir tahun 2020, setahun setelah kami menyelesaikan pendidikan profesi guru, kudengar kabar bahagia dari keduanya. Pak Burhan dan kak fenni dinyatakan lulus CPNS di provinsi Maluku. Selamat untuk kedua teman seperjuanganku. Tak ada usaha yang sia-sia. Siapa yang bersungguh-sungguh dia yang akan dapat hasilnya.

#TantanganMenulisHariKe-21

#TantanganMenulis30Hari

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Apik tulisannya bunda. Sukses selalu

05 Feb
Balas



search

New Post