Menanti Tanpa Batas
Melamun dikesunyian subuh
Sepi tiada suara
Hening tanpa kata-kata
Hanya pikiran melayang meninggalkan raga
Di mana aku kini?
Apa yang terjadi pada negeriku?
Salah siapa semua ini?
Apakah tuhan marah?
Semua tanya tak mampu kujawab
Berkecamuk di benak
Aku hanya bisa melamun
Menatap kesunyian
Semua hampa tak berujung
Menanti tanpa batas
Kapan damai berkunjung
Menemani lamunan yang tak setia
Mengusir gundah yang kian resah
Waallahu aklam bisawaf
Corona Virus, 15 Ramadhan
Birugo, Bukittinggi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Smoga corona hilang secepatnya bu
Semoga, salam literasi
Kehampaan kadang datang menggoda ya Bu. Semoga kita selalu dalam lindunganNya dan dikaruniai kekuatan dalam menghadapi ujian-Nya. Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin.
Semoga cepat berlalu covidnya.
Iya terlalu banyak jadwal kita yang harus diubah. Semoga cepat berlalu.
Jangan terlalu lama melamun buk..... semoga sukses selalu
Melamunkan nasib sejak datangnya corona udah berantakan rencana2.