Rintik Sesaat
#Tagur Hari Ke-59
Langitku....
Kini engaku sudah mulai tersenyum
Engkau perlihatkan wajah dinginmu
Setelah sekian minggu bumi menjerit
Merasakan muntahan panasmu
Sedikitpun tiada celah rintik-rintikmu
Yang jatuh ke bumi
Kini bumi sudah agak tenang
Tiada marah lagi
Tiada lagi jeritan tanah tandus
Kegelisahan sedikit terobati
Telah datang sahabat penolong
Walau rintik-rintikmu sesaat saja
Namun sudah membuat bumi merasakan kenyaman
Terima kasih Ya Allah....
Begitu besar kasih sayangmu
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Puisi yang indah
Ya, Bunda. Kemarau di Pasaman. Malampun begitu panas