Melukis Purnama Ramadhan
Seperti malam kemarin
Hangatnya malam ini berpeluk relung di hati terdalam
Berselimut hari yang penuh rindu
Bersama harapan yang belum juga mereda
Masih sama seperti malam kemarin
Disana ada pintu langi yang sedang terbuka
Menyapa indahnya malam dalam hening ketenangan
Membias cahaya dalam langkah penuh kepasrahan
Disana ada hati yang rindu tanpa henti
Berhias sabar tanpa tapi
Melangkah dalam tenang dalam kepasrahan abadi
Mencoba terus belajar menyemai benih kebaikan
Walau sadar diri ini berbalut dosa
Namun tetap berharap menuai pahala diakhir waktu
Kupasrahkan semua beban
Kutitipkan berjuta doa harapan
Berharap menemui bahagia yang sejati
Dalam bias cahaya segurat langkah
Sebab disana ada sejumput takdir
Yang sudah tersusun indah
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar