Selalu Ada Cerita Bersama Mereka (Tiras Science Olympiad's)
Tantangan Hari ke-1865
#TantanganGurusiana-6
***
Perhelatan lomba/seleksi Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten, selain menjadi ajang pembuktian diri setiap anak, namun bukan untuk menyombongkan diri terhadap temannya yang lain. Karena keras dan ketatnya persaingan antar siswa, maka yang berpeluang lolos ke tahapan berikutnya (tingkat provinsi) adalah anak yang selain menyiapkan diri dengan baik dari segi materi lomba, juga yang tidak kalah penting adalah menyiapkan mental dalam bertanding.
Keluhan yang sering saya sampaikan kepada anak adalah terkait dengan mental. Mengutip salah satu sosok yang terkenal dalam dunia perang, "Yang paling berat bukan mengalahkan lawan, tapi mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri," demikian juga dengan anak-anak yang mengikuti lomba. Karena lawan terberat mereka bukan siswa dari sekolah lain, tapi bagaimana mereka mampu menguasai rasa takut yang berlebihan dalam diri masing-masing.
Belajar dari pengalaman kakak mereka yang terdahulu, maka menjadi bekal dalam melakukan bimbingan kepada anak-anak. Instensitas bertemu dan berkumpul dengan anak-anak harus lebih banyak. Bukan sekadar belajar dan menyampaikan materi. Tapi lebih dari itu, memberikan dorongan moril agar mereka tetap fokus dengan garis perjuangan yang telah mereka pilih.
Bukan tidak ada godaan, malah sangat banyak godaan yang akan menghampiri mereka. Karena anak-anak yang tergabung dalam komunitas Olimipade Sains ini, secara akademik, rata-rata mereka jauh lebih baik dari temannya yang lain. Sehingga sering dilirik oleh guru lainnya, untuk ikut memperkuat bidang ekstrakurikuler yang mereka pegang, agar anak Olimpiade ini bisa membantu memenangkan lomba. Setelah itu mereka dikembalikan lagi ke dalam kelompoknya.
Cara-cara seperti ini sangat mengganggu konsentrasi anak dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi. Untungnya, kejadian seperti ini terjadi sebelum seleksi tingkat kabupaten. Sehingga masih bisa diambil alih oleh temannya yang lain. Tidak jarang, siswa yang dianggap lapis kedua ini memberi kejutan lolos ke tingkat provinsi. Maka banyak diantara yang memilih bergabung dengan bidang diluar Olimpiade menyesal, atas pilihan yang diambil.
Pernah satu waktu, anak-anak menceritakan apa yang mereka rasakan saat bergabung dengan bidang lain. Sebagai pendengar yang baik, saya tidak memberikan komentar apapun, sampai nanti mereka yang meminta saya memberikan pandangan. Sekadar membuat mereka yakin, bahwa sebenarnya saat berani memilih, maka harus siap pula dengan resiko yang akan terjadi dikemudian hari.
(Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 220225 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
keren diak, sehat dan sukses selalu
Terimo kasih banyak Uni. Sukses selalu
Keren banget, salam sukses
Terima kasih banyak Pak Su. Sukses selalu
Alhamdulillah. Keren sekali, Pak. Semoga sehat dan sukses selalu. Salam literasi
Hatur nuhun pisan Teh. Sukses selalu
Kreatif ya anak-anaknya. Mau bergabung dan bersaing di bidang sains. Keren.
Yups. Benar sekali Teh Eyang. Sukses selalu
Mantap, Bapak. Mereka yang pilih, harus tahu konsekwensinya.Salam sukses.
Siap Mbakku. Terima kasih banyak dan sukses selalu