Binti K.S.

Abdi negara di SMKN 2 SATUI. Tidak akan pernah rugi orang yang selalu berbuat baik. ...

Selengkapnya
Navigasi Web
Sampah oh Sampah

Sampah oh Sampah

Persoalan yang menjadi permasalahan hampir di semua negara di dunia dan tak pernah kunjung usai adalah persoalan sampah. Produksi sampah menunjukkan angka yang terus naik dari tahun ke tahun. Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah juga masih sangat rendah. Kegiatan memilah sampah pun masih sangat sulit untuk dilaksanakan. Pemahaman masyarakat tentang klasifikasi sampah dan memisahkan antara sampah organik, non organik dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) juga masih minim. Perlu ada sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah dan membuang sampah pada tempatnya.

Hampir disemua tempat, persoalan sampah menjadi masalah pelik. Berbagai cara dilakukan, namun masalah yang paling mendesak adalah menyadarkan masyarakat, agar paling tidak jangan membuang sampah sembarangan. Selain bisa menimbulkan bencana banjir, timbunan sampah dan sampah yang berserakan sangat tidak sedap dipandang mata. Ini baru persoalan membuang yang tidak pada tempatnya. Kalaupun sudah membuang sampah pada tempatnya pun masih menimbulkan masalah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Dari pencemaran lingkungan, gunungan sampah, bahaya gas metana,  sampai sarang penyakit yang disebarkan oleh lalat. 

Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan diantaranya : Pertama adalah daur ulang sampah (Recycle). Kegiatan ini diawali dari pemilihan sampah. Sampah plastik yang tergolong non organik seperti gelas dan botol minuman serta plastik lainnya bisa didaur ulang. Dari dibuat kerajinan sampai diolah menjadi plastik kembali sebagai bahan kemasan seperti kantongan belanja. Kedua adalah membuat pupuk kompos dari sampah organik. Sampah organik meliputi daun kering, sisa sayuran, kulit buah dan sisa makanan yang bisa digunakan untuk mempercepat penguraian.

Selain beberapa langkah tersebut, masih ada yang bisa dilakukan yaitu Reduce dan Reuse. Reduce adalah kegiatan mengurangi segala sesuatu yang bisa menimbulkan sampah, seperti berbelanja dengan membawa wadah/kantong sendiri yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan (go green). Reuse adalah menggunakan kembali kemasan, seperti botol kaca kecap, jirigen minyak, kertas untuk dimanfaatkan untuk amplop. Semoga kita semua bisa bersama-sama berusaha mengurangi sampah, memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, dan memanfaatkan daur ulang sampah. Semoga bermanfaat. 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post