
Gadis kecil tanpa ayah
Tumbuh sebagai seorang gadis kecil tanpa sosok ayah bukanlah hal yang menyenangkan bagiku. 10 tahun menjalani sebuah kehidupan tanpa peranan sosok ayah terkadang menjadi kendala tersendiri bagiku. Melihat ibu yang berjuang keras untuk menghidupi aku Dan abangku adalah hal yang sangat menyedihkan.
Semua itu membuatku benci akan sosok ayah dan rupanya. Mungkin aku adalah satu satunya anak yang menganggap ayah adalah sosok penjahat yang harus ku hindari. Terkadang aku sedih, aku kecewa saat kulihat teman – temanku bercerita tentang hebatnya sosok ayah.
Tidak hanya sampai disitu, banya sekali orang – orang yang selalu saja merendahkanku, merendah kan sosok ibuku dan bahkan menyalahkannya. Hari demi hari yang pahit harus kujalani dengan ikhlas, dan penuh dengan air mata. Aku yang selalu menjadi bahan omongan orang, aku yang selalu terabaikan dan bahkan aku yang selalu diasingkan. Sampai pada puncaknya ketika ibu selalu saja di kecewakan dengan segala perkataan orang orang, aku sadar aku bukanlah seorang anak yang selalu membanggakan, aku bukanlah seorang anak yang selalu mendapatkan prestasi.
Ketika disuatu perjalanan yang paling ku benci, disana semua orang menyalahkan ibuku, disana semua orang mencela ibuku, dan disana semua orang merendahkan ibuku. Aku sedih, aku kecewa aku benci dan aku muak akan semua itu.
Kata mereka ibu terlalu pelit dalam hal mengeluarkan uang, padahal mereka dtidak tahu dibalik sikap pelit ibu, ia harus mengumpulkan uang untuk biaya anak – anaknya. Kata mereka ibu selalu lupa dengan anak – anaknya , padahal dibalik itu semua ibulah yang selalu memikirkan kehidupan aku dan abangku . mereka tidak tahu bagaimana perjuangan sosok ibuku, mereka bahkan tidak mengerti rasanya menjadi single parents. Yang mereka tahu hanyalah ibuku yang pelit, ibuku yang lupa dengan anaknya dan ibuku yang tak pernah ingin berkorban.
Aku tahu bagaimana sosok ibuku, dia adalah sosok terhebat dalam hidupku. Sosok perempuan tangguh tanpa celah dan sosok figura penting dalam hidupku. Aku benci dengan segala kehidupanku, aku benci dengan kisah ku aku benci semua yang berhubungan tentangku.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
folbek ya bu