Hujan
Waktu menunjukkan pukul setengah empat sore. Mendung bergayut di kanan kiri pertanda akan hujan. Angin berhembus kencang. Tak berselang lama hujan pun turun dengan derasnya seolah ditumpahkan dari langit. Suara petir bersahut-sahutan diringi dengan cahaya kilat seolah menyambar bumi. Angin bertiup semakin kencang menumbangkan beberapa pot bungaku. Canopy rumahku bergoyang seakan mau tumbang seperti kejadian terdahulu. Subhanalloh.
Aku meminta anak lelakiku untuk mengumandangkan adzan hingga dua kali. Suamiku pulang ke rumah dalam kondisi hujan deras. Alhamdulillah selamat. Rumahku bagian dapur banjir higga separuh nya tergenang air, ini pekerjaan rumah tambahan bagiku. Ku dekap erat cucuku yang menangis ketakutan. Menantuku siaga mengambil wadah untuk menampung air jikalau ada bocor dari genteng rumah seperti hujan angin tempo hari.
Aku memberanikan diri melihat situasi di luar rumah. Pohon-pohon menari seirama dengan angin, air hujan mengalir deras dari atas genting rumah , halaman rumahku sudah penuh dengan air. Beruntung drainase di belakang rumah dalam keadaan baik dan normal sehingga air hujan bisa mengalir dengan aman di sana. Hanya drainase di depan rumah bermasalah. Saluran nya sudah tertutup oleh tanah atau pun beton yang roboh akibat di terkikis air. Mampet. Banjir seketika dijalanan tidak bisa terelakan.
Kendaraan yang melintas di depan rumahku harus ekstra hati-hari, genangan air semata kaki pun bisa berakibat fatal jika ceroboh. Jalanan yang licin membuat satu kendaraan hampir terperosok ke selokan.
Pedagang ayam goreng di samping rumahku, tendanya tertiup angin, tersibak, sehingga dagangannya terkena air hujan. Dengan segera menyelamatkan dagangannya, dimasukan ke dalam kantong plastik besar . Duh repotnya.
Ditengah hujan deras, tetiba ada dua mobil innova berplat merah melintas, dengan seenaknya lewat di depan pedagang ayam goreng mengakibatkan dia terkena cipratan genangan air cukup banyak mampir di bajunya. Basah. Spontan diteriaki warga. Namun mereka tetap melaju tanpa menghiaraukan warga, mungkin tidak kedengaran ya.
Harusnya sebagai pejabat ada sedikit berempati melihat orang sedang sibuk menyelamatkan dagangan, atau jika tak tahu orang sedang apa, minimal ketika melewati genangan air kendaraannya tidak dipacu kencang. Hingga orang disekitar tidak terkena ombak dan air dari injakan ban mobil pun tidak mengenai orang yang berada di situ.
Hujan belum reda, tetiba bunyi petir lebih kencang dari yang sebelumnya dan .... plup, mati lampu. Waduh. Ternyata ada kabel terputus kena sambaran petir. Petugas PLN dengan sigap memperbaiki, alhasil lepas Isya lampu baru menyala kembali dan aku bisa beraktifitas lagi hingga tulisan ini di tayangkan.
Alhamdulillah , aku sekeluarga dan tetangga tidak terdampak hujan badai tadi sore. Ya...hujan anugerah dari Alloh Subhanahu Wataala, semua berasal dari-Nya, maka kita kembalikan saja pada-Nya dan mohon agar diselamatkan dari bencana. Aamiin.
25 Januari 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar