Aku Tahu
Suatu pagi yang cerah, biasanya embun pagi menetes di dedaunan, kabut tipis menyelimuti, dingin, ah.... kali ini kering kerontang tanah Desaku. Kutatap mentari pagi yang beranjak naik menghempaskan embun pagi, mengiriringi langkahku menyusuri jalan berliku menuju lereng gunung Babakan. Kuayunkan kaki penuh harap bergayut asa mencerdaskan anak bangsa, langkahku ringan tanpa beban pelan tapi pasti sampailah aku di kaki bukit itu.
Ting tong bel sekolah berbunyi nyaring pertanda masuk sekolah. Pagi ini awal semester dua dimulai, seluruh siswa melakukan kegiatan pembiasaan di lapangan upacara berupa sholat Dhuha dan Asmaul Husna, masuk 100% karena kotaku sudah level 1, dengan khidmat mereka mengikuti kegiatan tersebut dibimbing langsung oleh Guru Agama dan Guru dari MUI.
Ting tong lagi, jam pelajaran pertama di mulai. Bergegas aku masuk kelas dengan angkaribung membawa proferti pembelajaran seperti laptop, LCD, dll. Langkahku mantap semangat mengajar di hari pertama masuk sekolah. Ku tatap satu persatu anak muridku setelah terlebih dahulu mengucap salam dan mengabsen mereka. Aku mencoba memberikan sedikit ilmu untuk bekal mereka di hari nanti.
Aku tahu mereka lelah menerima pelajaran yang rumit, aku tahu mereka bosan dengan hal itu, dan aku pun tahu mereka tetap harus bisa demi masa depan, dan....aku bangga pada mereka....aku tahu membentuk pribadi mereka tidak semudah membalik telapak tangan, aku harus bisa mengantarkan mereka sukses, aku harus bisa mengajari mereka hingga mengerti, faham, bisa memahami pelajaran demi menggapai asa di masa depan sebagai generasi muda penerus cita-cita.
Aku tahu , diantara mereka ada yang memiliki sifat yang kurang terpuji, nakal, sering bolos, tidak menaati tata tertib sekolah, tapi aku sayang mereka walau sikap mereka kadang nyebelin, Ya Alloh aku sayang pada semua anak muridku, walau kadang aku marah parah pada mereka yang suka nakal, iseng, hingga merugikan orang lain, kugantungkan harapan pada mereka agar kelak menjadi seseorang yang mampu mendarmabaktikan ilmunya, jadi seseorang yang memiliki tatakrama yang tinggi, yang selalu bisa menjaga harga dirinya.
Ketika aku menatap wajah-wajah polos mereka, tatapan penuh harap dari mereka, di situ aku tahu dalam diri mereka tersimpan kekuatan maha dahsyat untuk menaklukan dunia, sebuah kekuatan besar yang mampu membawa mereka ke gerbang kesuksesan.
Berjuanglah Nak.....gapai asamu dengan segenap kekuatan yang tersimpan dalam dirimu, taklukan dunia dengan ilmu dan imtak.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantul cerpennya bu, aku suka. Ini jadi Diary sang guru. Semangat PTM 100% , alu tau sekarang covid belum hilang semoga hejat semua
Terima kasih Bu sugiharti ...semoga copid cepat berlalu aamiin
Terima kasih Bu sugiharti ...semoga copid cepat berlalu aamiin
Terima kasih Bu sugiharti ...semoga copid cepat berlalu aamiin