Lebih Baik Belajar Menyetir Mobil kepada Instruktur
Lebih Baik Belajar Menyetir Mobil kepada Instruktur
Oleh Arik Ulfa
Zaman sekarang mobil bukan dianggap barang mewah lagi, tetapi kebutuhan. Banyak masyarakat Indonesia yang sudah punya mobil. Tidak hanya orang kaya, orang biasa pun sudah punya mobil. Karena sudah dianggap kebutuhan, bayangkan jika memiliki anak lebih dari dua, tidak cukup lagi diangkut menggunakan sepeda motor, kalau mau pergi bersama. Dengan dua sepeda motor pun sudah tidak efektif lagi.
Menyetir mobil sekarang ini bukan wilayah laki-laki saja, perempuan pun bisa menyetir asalkan mau belajar. Misalnya sebuah keluarga yang suaminya kerja di luar kota, tidak bisa setiap saat mengantar, maka seorang istri harus mandiri, dan bisa menyetir sendiri. Sebaiknya belajar menyetir itu lewat instruktur atau sekolah mengemudi dari pada belajar ke suami sendiri. Karena di sekolah mengemudi, instrukturnya lebih telaten mengajari berbagai teori mengemudi. Tidak asal cepat bisa seperti kalau diajari suami.
Mobil yang digunakan dalam belajar mengemudi di sekolah mengemudi itu sudah didesaign kursus, di mana rem dan gasnya tidak hanya ada di bawah setir, tetapi juga di area kursi instruktur. Sehingga ketika kita yang belajar mengemudi berbuat kesalahan, instruktur bisa langsung membantu. Mobilnya pun dilengkapi dengan tulisan sedang belajar mengemudi, jadi membuat para pengguna jalan lain, bisa memaklumi dan berhati-hati.
Yang terpenting bagi ibu-ibu ketika belajar menyertir harus tenang, tidak mudah panik. Berani dan hadapi dengan santai. Kita yang mengendalikan mobil, jangan sampai merasa kita yang dikendalikan oleh mobil. Jangan tergesa-gesa, santai saja, sering berlatih lama-lama juga lancar jaya. Bagian tersulit dari belajar mengendarai mobil adalah memarkir di tempat umum. Perlu jam terbang tinggi agar bisa parkir di mall misalnya.
Seorang instruktur biasanya lebih sabar dan telaten, mengajari mengemudi dari dasar. Tidak pernah membentak kita, atau menyalahkan yang membuat kita semakin panik jika berbuat kesalahan. Kalau diajari suami, memang cepat bisa tapi terkadang, tidak tahu teori-teori dasar mengemudi, yang penting bisa jalan saja. Kalau diajari instruktur lebih mengerti teori-teori dasar mengemudi, tetapi lebih lama. Saya sendiri pernah diajari instruktur maupun diajari suami jadi bisa membedakan.
Menurut saya ketika pertama kali belajar mengemudi lebih baik menggunakan mobil manual, selain lebih aman juga, kita lebih terampil menggunakan kopling-kopling. Nanti kalau sudah lihai dengan manual bisa belajar mobil matic lebih gampang. Kalau sudah sering menyetir dan jam terbang sudah tinggi, baik mobil manual atau matic gak masalah, sama-sama enaknya. Yang masih awal belajar sebaiknya belajar di jalan sepi dulu atau di lapangan, agar tidak terjadi tragedi kecelakaan, ibu-ibu belajar mobil menabrak ibu hamil sampe tergencet tiang listrik, seperti yang terjadi di Jakarta kemarin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar