Batik PGRI di tanggal 25 Memiliki Sejarah
#Tantangangurusiana32
Tulisan kali ini menjadi lanjutan dari tulisan yang bertemakan seragam dinas yang pernah saya posting di gurusiana selama 2 hari.
Dua postingan sebelumnya antara lain:
Tanggal 17 Februari 2020, tentang PDH KORPRI di Tanggal 17 dan Hari Besar
bisa dilihat kembali https://anisprasetiyaollien.gurusiana.id/article/2020/2/saatnya-memakai-batik-korpri-tanggal-17-640216
Tanggal 18 Februari 2020, tentang Batik PDH Kabupaten Jember dengan motif Tembakau di Hari Selasa
bisa dilihat kembali https://anisprasetiyaollien.gurusiana.id/article/2020/2/antara-aku-tembakau-dan-batik-di-hari-selasa-274600
Kali ini saya akan mengulas tentang seragam dinas yang dianjurkan bagi para GURU di Kabupaten Jember di tiap bulan di tanggal 25 adalah Batik PGRI. Beberapa sekolah tidak menggunakan batik PGRI secara berkala di tiap bulan, beberapa yang lain seperti sekolah saya berkala menggunakan batik PGRI di setiap tanggal 25. Mungkin saja beberapa sekolah di kabupaten lain juga demikian.
Agar tidak sekedar menggunakannya kita harus tahu mengapa pakaian ini dianjurkan bagi kita para guru untuk mengenakannya.
SEJARAH PGRI
Dalam keterangan wikipedia.id dijelaskan tentang sejarah berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (disingkat PGRI).
PGRI adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya berprofesi sebagai guru. Organisasi ini didirikan dengan semangat perjuangan para guru pribumi pada zaman Belanda. Pada awalnya organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).
Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.
Kongres Guru Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta, dengan jiwa semangat proklamasi 17 Agustus 1945 segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk.
Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 - seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Dasar Hukum pada Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 merupakan sebagai tanda penghormatan kepada guru, pemerintah RI menetapkan
hari lahir PGRI pada tanggal 25 November sebagai Hari guru nasional
hari guru diperingati setiap tahun, sejak tanggal tersebut itulah ternyata mengapa kita merayakan Harai Guru Nasional setiap tanggal 25. Batik PGRI digunakan setiap bulannya di tanggal 25.
Pada Batik PGRI yang kta gunakan terdapat lambang PGRI seperti berikut:

Arti lambang PGRI sebagai berikut, seperti yang dituliskan pada wikipedia.id:
Bentuk:
cakra/lingkaran melambangkan cita-cita luhur dan daya upaya menunaikan pengabdian terus-menerus.
Ukuran, corak, dan warna bidang:
bagian pinggir lingkaran berwarna merah melambangkan pengabdian yang dilandasi kemurnian dan keberanian bagi kepentingan rakyat.
Warna putih dengan tulisan "Persatuan Guru Republik Indonesia"
melambangkan pengabdian yang dilandasi kesucian dan kasih sayang. Panduan warna pinggir merah-putih melambangkan pengabdian kepada negara, bangsa, dan tanah air Indonesia.
Suluh berdiri tegak bercorak 4 garis tegak dan datar berwarna kuning:
Simbol yang melambangkan fungsi guru (pada pendidikan prasekolah, dasar, menengah, dan perguruan tinggi) dengan hakikat tugas pengabdian guru sebagai pendidik yang besar dan luhur.
Nyala api dengan 5 sinar warna merah: Simbol yang melambangkan arti ideologi Pancasila, dan arti teknis yakni sasaran budi pekerti, cipta, rasa, karsa, dan karya generasi.
Empat buku mengapit suluh:
Posisi 2 datar dan 2 tegak (simetris) dengan warna corak putih melambangkan sumber ilmu yang menyangkut nilai-nilai moral, pengetahuan, keterampilan dan akhlak bagi tingkatan lembaga-lembaga pendidikan prasekolah, dasar, menengah, dan tinggi.
Warna dasar tengah hijau:
Simbol yang melambangkan kemakmuran generasi.
Tetapi lambang tersebut dalam BATIK PGRI dalam balutan warna Hitam dan Putih. Meski tanpa warna warni sesuai dengan lambang PGRI diatas, tetap saja tidak mengurangi makna arti simbolnya.
Batik PGRI sangat pas jika di berikan bawahan hitam dan jilbab Hitam/putih, semakin membuat cantik bagi yang menggunakan. Yang Jelas semakin Bangga menjadi Guru Indonesia.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Terima kasih sharing-nya. Keren
Melestarikan budaya bangsa, mantap batik PGRI Ku Bu
Keren Bu Olien, Barokallah
mantap
Kalau di daerah saya guru SD dan SMP memakai Batik PGRI setiap hari selasa. Mantap ulasannya bu, sukses selalu salam literasi
Trimakasih ulasannya bu Anis. Salam kenal
Hari ini harusnya pakai tapi lupa
gpp bun saya jg kadang lupa klo d grup sekolah ga info malamnya
Hari ini harusnya pakai tapi lupa
hihii .. iya bunda saya tadi samoai pulang lagi
Keren bunda Ollien..salam
Batik korpri dipakai hari apa saja
Daerah saya setiap bulan Minggu pertama pakai seragam batik PGRI
keren
Tulisannya keren dan inspiratif. Salam Literasi.