Anah Tiranda

Saya Anah Tiranda adalah seorang guru di SMKN Enrekang, Sulawesi Selatan. Saat ini saya mengampu mata pelajaran produktif OTKP. Saya mulai lagi menyukai k...

Selengkapnya
Navigasi Web
AKU KAN KEMBALI UNTUKMU (29)

AKU KAN KEMBALI UNTUKMU (29)

AKU KAN KEMBALI UNTUKMU (29)

Setelah menumpahkan semua uneg-unegnya Rahmawati berlari menuju kamarnya dengan wajah yang tertekuk.

Pak Wahyudi dan Ibu Fitriah segera berdiri menyusul Rahmawati ke dalam kamar gadis itu.

Budi masih dalam posisi duduknya namun dia masih merasa shock dengan pernyataan Rahmawati tadi. Budi mengusap kasar wajahnya. Sesaat dia mengingat kembali sikap yang ditampakkan Rahmawati padanya selama ini.

Seusai kejadian ini baru dia merasakan alasan perlakuan Rahmawati kepadanya selama ini. Betapa manisnya dia sebagai seorang adik. Rahmawati yang manja, yang selalu berusaha menarik perhatiannya sebagai adik. Permintaan-permintaannya, rajukannya, yang kadang mengganggunya. Namun dia tetap melayani karena dia menganggap Rahmawati adalah adiknya.

Budi sudah mengetahui jauh hari bahwa Rahmawati bukan adik kandungnya. Sama seperti Pak Wahyudi dan Ibu Fitriah yang hanyalah orang tua angkatnya. Namun perlakuan mereka yang tidak membedakannya dengan anak kandungnya sendiri membuat Budi lupa statusnya sendiri.

Sekali lagi dia mengusap wajah terus ke kepala, meremas rambutnya. Dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan keras. Seakan membuang semua beban berat dalam hatinya.

Budi berdiri, berjalan menuju kamarnya. Setelah membersihkan diri dan merapikan dirinya, dia keluar. Saat melewati kamar Rahmawati, dia mendengar ayah dan ibunya yang masih berbicara kepada Rahmawati. Dia terus melangkah menuju motornya yang terparkir di garasi. Setelah memanaskan sebentar motor X Ride itu, dia melaju menuju rumah Amel. Berharap nanti dia bisa merasa tenang setelah bertemu dengan kekasihnya itu.

"Assalamualaikum," ucap Budi saat hendak masuk ke dalam rumah Amel.

"Waalaikumsalam," balas Amel sambil tersenyum melihat Budi yang datang. Bahagia rasa hati Budi melihat senyum yang diberikan Amel. Sesaat dia melupakan masalah yang baru dihadapinya.

"Masuk, Mas," ucap Amel menyilakan Budi masuk. "Silakan duduk dulu, Mas. Amel mau panggil ayah dulu."

Amel segera mendatangi ayahnya yang sedang mengajak bicara burung peliharaannya.

"Ayah, ada yang mencari Ayah di depan. Katanya ingin bertemu langsung dengan Ayah."

"Siapa yang cari Ayah? Apa keperluannya?” tanya Pak Ruslan .

" Gak tahu juga, Ayah temui saja dulu. Amel mau buat teh."

Pak Ruslan pun mencuci tangannya terlebih dulu lalu menuju ruang tamu untuk menemui tamunya.

" Ya ampun, ternyata Nak Budi yang datang." Seru Pak Ruslan.

Kalosi, 10 Maret 2022.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Salam literasi

10 Mar
Balas

Salam Bu. Terimakasih sudah berkunjung

11 Mar



search

New Post