Amdai Yanti Siregar

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Senja di Pelabuhan
Pangandaran

Senja di Pelabuhan

Sebenarnya aku lebih suka menulis puisi. Namun, di Gurusiana tidak menyediakan "puisi", sehingga aku menuliskannya di "cerpen". Kalau di Gurusiana ada "Puisi", mungkin penulisnya akan membludak. Saran saja ya buat redaktur Gurusiana untuk menyediakan rubrik "Puisi".

SENJA DI PELABUHAN

Oleh: Badai Muth. Siregar

Di pelabuhan ku lihat kapal-kapal datang dan pergi

Setiap hari

Dari senja ke pagi dan ke senja lagi

Awan di birunya langit berubah warna

Kadang putih pucat, kadang gelap pekat

satu yang tak berubah hanyalah

kesetiaan ombak membelai pantai

seperti udaha yang keluar dari hidung

dan masuk kembali melewati paru-paru

dan terhenti jika kesetiaan itu pergi

Senja di pelabuhan

seorang perempuan tak jemu menunggu

entah sampai kapan

13 Juli 2017

Menulis di sela Rapat Kerja Persiapan Mengajar TP. 2017-2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Sudah pernah dibahas. Kesimpulannya: tulis saja puisi di bagian Cerpen. Tulisannya luar biasa.

14 Jul
Balas

Pak Leck nyeneng-nyenenginaku aja....tetep aja 10. hehehe.

14 Jul

Saya suka dengan, "seorang perempuan tak jemu menunggu. entah sampai kapan."

14 Jul
Balas

Kasihan ya...

14 Jul

Bagus puisinya, bu...

14 Jul
Balas

Terima kasih. Puisi sederhana

14 Jul

Asa yang tetsisa. Salam.

14 Jul
Balas

Salam juga Pak Wiyono....

14 Jul



search

New Post