BERBURU KEPOMPONG
Kepompong yang satu ini bisa dibilang bukan sembarang kepompong. Kepompong yang munculnya di tempat tertentu dan pada musim tertentu. Kepompong ini berada pada sekitar pohon jati dan muncul pada peralihan musim kemarau ke musim penghujan.
Kepompong yang berasal dari ulat daun jati ini, banyak ditemukan di daerah pesisir Utara wilayah Jawa Tengah. Seperti Rembang, Jepara, Blora, juga daerah Purwodadi serta daerah Boyolali contohnya di Kawasan hutan jati Juwangi.
Kepompong ulat daun jati , kebanyakan orang menyebutnya "Ungker". Penduduk sekitar hutan jati di wilayah Juwangi biasa berbondong - bondong pada saat pagi buta menuju ke hutan jati untuk berburu Ungker.
Tidak begitu banyak mereka dapatkan, namun cukup untuk menambah penghasilan. Ungker yang mereka dapatkan mereka bungkus dengan daun jati lalu mereka jual dengan harga kisaran 10 sampai dengan 20 ribu rupiah.
Para pemburu Ungker membawa hasil buruannya ke pasar, dan ada yang cukup di jalan nunggu peminat lewat dan bahkan ada yang menjual hasil buruannya lewat media sosial atau online.
Mengapa ungker ini diburu banyak orang, karena menurut sebagian para ahli Ungker yang sebagian orang memandang ekstrim ini ternyata memiliki nilai gizi yang tinggi. Bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi dari bahan makanan yang lain. Dan lebih tinggi dari belalang.
Dalam penyajian bisa digoreng dengan dibumbui garam dan bawang putih. Atau dimasak oseng - oseng. Dan bisa juga dimasak dengan menu yang lain. Rasanya gurih , bisa dimakan sebagai camilan dan bisa juga sebagai lauk kering.
( Cla.X.26012020 )
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
masa kecil dulu, saya sering makan ini, digoreng kriyukkk.. Bund.
Iya mbak. Katanya gurih banget ya. ?
Sudah lupa rasanyaaaa....Bund..hehe