Ai Marlina

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pagi Pagi Sudah Bermimpi

Pagi Pagi Sudah Bermimpi

Pagi yang cerah. Secerah mentari. Enak rasanya bila pagi ini berjemur menghangatkan tubuh ini, biar sehat. Menambah kekuatan vitalitas diri dengan vitamin yang diberikan secara alami. Kuharap pagi ini menambah gairah kerja dan semangat pagi.

Namun pagi ini belum ada satupun terlintas ide untuk melanjutkan menulis di benakku. Hatiku diliputi pertanyaan. Ada apa gerangan? Untuk membuat tulisan satu kalimat saja, kok sulit rasanya. Ke mana arah tulisanku. Mengapa ide-ideku hilang? Apa yang harus segera aku kerjakan hari ini? Bukankah aku harus menulis ...menulis dan menulis.

Rasanya tidak enak jika menulis tak ada ide. Tak ada kata-kata, tak ada arah, tak ada perubahan. Padahal hari ini pagi yang cerah. Pagi yang memberikan semangat, sebagaimana sinar mentari telah menampakan dirinya. Cahaya yang selalu menyinari bumi. Mentari pagi bangun memberikan cahayanya penuh kebermanfaatan. Apakah ini bisa menyadarkanku? Untuk terus bangkit. bangkit, dan bangkitlah dari mimpi-mimpi ini, agar hidup selalu berarti. Bermakna dan bermartabat. Apakah Bisa?

Jadi, apa yang harus kutulis? Jadi, apa yang harus kucurahkan? Tangan ini sudah malaskah? Apakah tangan ini mau bicara? Menapa mengeluh terus? Ayo lanjutkan..., tak ada idekah?Ah jangan. Janganlah cari-cari alasan. Bukankah lagi-lagi jadi alasan untuk menulis?

Hari ini banyak cerita yang belum diungkapkan. Banyak kenangan lama, namun belum dicurahkan. Padahal usia ini sudah tak lagi muda. Lagi-lagi apa yang harus kutulis? Apa lagi yang harus kutulis? Apa yang sudah kubaca? Apa yang sudah kulakukan kemarin. Sekarang Ya tulislah..hingga tangan ini melukiskan cerita indah yang berkesan sampai di keabadian. Berceritalah untuk masa depan yang mencerahkan.

Andaikan saja tangan ini selalu tergerak mengambil secarik kertas dan pena. Kemudian hati dan perasaan yang membalutkan cerita dan banyak kenangan. Mungkin tak akan ada rasa malas yang berkepanjangan. Mungkin banyak karya yang telah mampu digoreskan.Terlalu banyak waktu tuk disia-siakan. Jangan ada lagi menyia-nyiakan waktu luang. Bangkitlah! Kamu pasti bisa! Jangan hanya bisa membaca karya-karya orang, tapi belum mampu menuliskan karya sendiri.

Ada apa lagi? Mengapa berhenti? Waduh, aku lupa hari ini banyak pekerjaan yang belum tuntas. Kapan ini selesainya? Apakah aku sedang mimpi ini dan itu. Ku tak tahu kapan ini dan itu bisa terlaksana. Apakah target satu buku satu bulan bisa terlaksana? Apakah hanya mimpi belaka? Entahlah... yang kutahu dan mungkin andapun tahu. Wallahu'alam.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

keren Bunda tulisannya. katanya nggak punya ide....tapi jadi juga tu;isannya. :)

28 Jan
Balas

Terimakasih bunda ... berusaha menenangkan diri yang belum terasah baik

28 Jan

Pasti bisa bundaSalam literasi

28 Jan
Balas

Terimakasih atas kunjungannya. Semoga saja bukan hanya mimpi

28 Jan

Semangat bunda,

28 Jan
Balas

Top. Tanpa ide saja meluncur tulisan bagus. Terus semangat menulis. Menulis .Menulis

28 Jan
Balas

Terimakasih atas motivasinya, pingin seperti bunda yang keren dan penuh semangat

28 Jan

Sangat menginspirasi,tulisan ringan sarat dengan makna...Syukron Lanjutkan...

29 Jan
Balas



search

New Post