Keterampilan Menyimak
Pendahuluan
Menyimak dalam pembalajaran bahasa sangat dibutuhkan. Tanpa menyimak tentu pelajaran sulit menerima informasi. Menyimak yang baik akan memperoleh hasil simakan yang baik pula. Dalam proses pembelaran menyimak harus bersifat produktif. Dengan menyimak produktif akan memperoleh hasil yang positif.
Dalam pembahasan ini akan disampaikan hal-hal yang berkaitan dengan menyimak, seperti pengertian menyimak, jenis-jenis menyimak, unsur-unsur menyimak, dan tahapan-tahapan menyimak, serta seberapa besar kempuan sesorang di dalam menyimak.
Pengertian
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), (1) menyimak adalah mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang, (2) meninjau (memeriksa, mempelajari) kembali dengan teliti.
Menurut Tarigan, menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (Tarigan, 2013, pp. 2-3).
Pada hakikatny menyimak adalah suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengarkan simakan, bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterprestasi, menilai dan merealisasi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan (Ridwanuddin, 2008)
Sebenarnya mendengarkan dengan menyimak tidak sama persis, walaupun banyak kalangan yang menyamakannya, namun kenyataannya adalah berbeda. Mendengarkan berkaitan erat dengan bunyi (suara), sedangkan menyimak berkaitan erat dengan bunyi (suara), tulisan , lambang, gambar, dll. Jadi sebenarnya menyimak lebih kompleks daripada mendengar dan mendengarkan.
Dalam bahasa Inggris menyimak diterjemahkan dengan kata listening. Jadi dalam bahasa asing tersebut kata mendengarkan sama dengan menyimak (listening). Kebanyakan orang Indonesia pun mengutip makna kata tersebut dari bahsa Inggris, sehingga mendengarkan dengan menyimak bermakna sama.
Keterampilan menyimak adalah kemampuan seseorang dalam memperhatikan bacaan, tulisan, atau lambang, serta ucapan orang. Ketermpilan menyimak adalah suatu kemampuan yang amat penting agar mudah memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru yang berguna bagi hidup dan kehidupan manusia. Tanpa keterampilan menyimak segala pengetahuan yang bermanfaat tidak dapat dicerna dengan sempurna. Sebab dengan menyimak yang termpilan pengetahuan-pengtetahuan baru akan cepat dan mudah diperoleh. Ketermpilan itu membutuhkan kecekatan dan kecermatan.
Ciri-Ciri Menyimak
Penyimak yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a) siap fisik dan mental, b) konsentrasi, c) motivasi, d) objektif, e) menyeluruh, f) menghargai, g) selektif, h) sungguh-sungguh, i) tidak mudah terganggu, j) cepat menyesuaikan diri, k) kenal arah pembicaraan, l) kontak dengan pembicara, m) merangkum, n) mengevaluasi, dan o) merespon (Triyadi, 2015).
Ciri-ciri penyimak yang baik menurut Anderson yang dikutif oleh (Navisah, 2023): 1. Siap fisik dan mental
Penyimak yang baik adalah penyimak yang mempersiapkan diri untuk menyimak. Ia memiliki kesiapan isik dan mental seperti sehat, tidak lelah, mental stabil dan pikiran jernih.
2. Konsentrasi
Penyimak dapat memusatkan perhatian dan pikirannya terhadap apa yang disimak. Bahkan ia dapat menghubungkan apa ang disimak dengan apa yang ia ketahui.
3. Bermotivasi
Penyimak yang baik mempunyai motivasi atau punya tujuan tertentu. Misalnya ingin menambah pengetahuan atau ingin mempelajari sesuatu.
4. Objektif
Selalu tau apa yang dibicarakan dan sebaliknya penyimak selalu menghargai pembicara walaupun pembicara kurang menarik penampilannya.
5. Menyimak secara utuh atau menyeluruh
Menyimak secara utuh atu keseluruhan, si penyimak tidak hanya menyimak hal yang disukai tapi menyimak secra keseluruhan
5. Selektif
Dapat memilih bagian-bagian yang dianggap penting dari bahan simakan, tidak semua ahan simakan diterima begitu saja, tetapi ia dapat menemukan bagian yang dianggap penting.
6. Tidak mudah terganggu
Tidak mudah terganggu oleh suara-suara yang lain di luar bunyi yang disimaknya. Andaikata ada yang membedakan perhatiannya dengan cepat ia kembali kepada bahan yang disimaknya.
7. Menghargai pembicara
Peny imak harus menghargai pembicara. Penyimak tidak boleh menganggap remeh terhadap pembicara.
8. Cepat menyesuaikan diri dan kenal arah pembicaraan
Penyimak yang baik dapat dengan cepat menduga kearah mana pembicaraan bahkan mungkin ia dapat menduga garis besar isi pembicaraannya.
9. Tidak emosional
Penyimak yang baik dapat menyimak dengan bak terhadap pokok pembicaraan bahkan mungkin ia dapat mendua garis besar isi pembicaraan.
10. Kontak dengan pembicara
Penyimak yang baik mencoba mengadakan kontak dengan pembicara, misalnya dengan memperhatikan pembicara dan memberikan dukungan kepada pembicara melalui mimik, gerak atau ucapan tertentu.
11. Merangkum
Penyimak yang baik dapat menangkap isi pembicaraan atau bahan simakan. Misalnya dengan membuat rangkuman dan menyajikan atau menyampaikannya sesudah selesai menyimak. Namun perlu diingat selama menyimak jangan hanya asyik membuat catatan-catatan apabila mencatat semua hal yang diucapkan atau disampaikan pembicara.
12. Menilai
Tahap menyimak yang baik adalah proses penilaian terhadap materi yang disampaikan.
13. Mendengarkan tanggapan
Bagian terakhir dari proses menyimak ialah mengevaluasi bahan simakan. Penyimak mengungkapkan tanggapan atau reaksi, misalnya dengan megemukakan komentar. Reaksi akan terpancar dari ucapan-ucapan yang pendek seperti wah, menarik sekali, bagus, setuju, sependapat dan sebagainya.
Jenis-Jenis Menyimak
Menurut Henry Guntur Tarigan menggolongkan beberapa jenis keterampilan menyimak berdasarkan kriteria tertentu sebagai berikut (Fadilah, 2021):
3. Menyimak Ekstensif
Menyimak ekstensif adalah sejenis kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan langsung dari seorang guru. Kegiatan menyimak ekstensif dapat dibagi empat, yaitu sebagai berikut:
a. Menyimak Sekunder
Menyimak sekunder adalah sejenis mendengar secara kebetulan, maksudnya dilakukan sambil mengerjakan sesuatu.
b. Menyimak Estetik
Dalam menyimak esetetik secara imajinatif penyimak ikut merasakan karakter dari setiap pelaku dengan tujuan memperoleh kesenangan.
c. Menyimak Pasif
Menyimak pasif merupakan penyerapan suatu bahasa tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya penyimak pada saat belajar dengan teliti.
d. Menyimak Sosial
Menyimak tipe ini berlangsung dalam situasi sosial dan memberikan respon dan perhatian terhadap hal yang disampaikan oleh orang lain.
2. Menyimak Intensif
Menyimak intensif lebih diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi, dikontrol terhadap suatu hal tertentu. Pada menyimak intensif, penyimak memahami isi simakan secara terinci, teliti, cermat, dan mendalam terhadap bahan yang disimaknya. Bagian- bagian dari menyimak intensif adalah sebagai berikut :
a. Menyimak Kritis
Menyimak kritis bertujuan untuk memperoleh fakta yang diperlukan. Penyimak menilai gagasan, ide, dan informasi dari pembicara.
b. Menyimak Konsentratif
Menyimak konsentratif merupakan kegiatan untuk menelaah pembicaraan/ hal yang disimaknya.
c. Menyimak Kreatif
Menyimak kreatif mempunyai hubungan erat dengan imajinasi seseorang.
d. Menyimak Interogatif
Menyimak interogatif merupakan kegiatan menyimak yang menuntut konsentrasi dan selektivitas, pemusatan perhatian.
e. Menyimak Eksploratori
Menyimak eksploratori atau menyimak penyelidikan adalah sejenis menyimak dengan tujuan menemukan berbagai hal informasi atau pesan.
Pada umumnya menyimak itu ada 3 jenis yaitu, menyimak lisan, menyimak tulisan, dan menyimak campuran. Menyimak lisan adalah menyimak pembicaraan orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Menyimak secara langsung adalah langsung berhadapan dengan pembicara. Menyimak tidak langsung misalnya menyaksikan atau mendengar dari televisi, radio, atau kabar orang lain.
Menyimak tulisan adalah menyimak lambang-lambang bunyi berupa tulisan dari media lain seperti buku, tabloid, jurnal, website, dan sebagainya yang bersifat lambang tulis.
Menyimak campuran adalah menyimak suara dan tulisan, di zaman modern ini untuk menambah pemahaman suatu simakan banyak narasumber yang kreataif dengan menampilkan suara dan tulisan dalam sebuah video di berbagai media sosial baik yang bersifat ilmiah maupun hiburan.
Tujuan Menyimak
Menyimak bertujuan untuk menangkap, memahami pesan, ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan.
Menurut Henry Guntur Tarigan terdapat 8 tujuan menyimak diantaranya adalah: (1) Menyimak untuk belajar Menyimak untuk menikmati (2) Menyimak untuk mengevaluasi (4) Menyimak untuk mengapresiasi (5) Menyimak untuk mengkomunikasikan ide-ide (7) Menyimak untuk membedakan bunyi-bunyi (8) Menyimak untuk memecahkan masalah (9) Menyimak untuk meyakinkan.
Para ahli komunikasi yang dikutip oleh Thompkins & Hoskisson menggolongkan dalam lima hal yang spesifik antara lain sebagai berikut (Hoskisson, 1995, p. 84):
1. Menyimak diskriminatif
Dalam kegiatan menyimak diskriminatif, orang-orang membeda-bedakan suara-suara dan mengembangkan kepekaan terhadap komunikasi nonverbal.
2. Mendengarkan estetik
Dalam kegiatan menyimak dipergunakan untuk kesenangan. Ketika kita menyimak seseorang yang membaca cerita-cerita dengan suara yang keras atau deklamasi syair merupakan kegiatan (hal) yang menyenangkan.
3. Mendengarkan bertujuan
Dalam kegiatan menyimak jenis ini memiliki tujuan untuk mendapatkan informasi dari apa yang didengar dan disimak.
4. Mendengarkan kritikal
Orang-orang mendengarkan untuk mendapatkan informasi dan lalu melakukan evaluasi pesan tersebut.
5. Mendengarkan terapetik
Orang-orang mendengarkan untuk mengikuti penutur (pembicara) berbicara mengenai suatu masalah.
Unsur-Unsur Keterampilan Menyimak
Unsur-unsur keterampilan menyimak adalah bagian bagian penting dalam simakan. Jenis-jenis keterampilan menyimak secara umum yaitu, menyimak lisan, menyimak tulisan, dan menyimak campuran. Dari jenis-jenis itu ada unsur masing-masing yang terdapat di dalamnya.
Secara lisan unsur-unsur dasar menyimak ialah (1) pembicara, (2) penyimak, (3) bahan simakan, (4) hasil simakan.
Yang dimaksud dengan pembicara adalah orang yang menyampaikan pesan secara lisan. Penyimak adalah orang yang melakukan simakan. Bahan simakan yang dimaksud adalah bersifat lisan, seperti suara orang yang berbicara, gerak orang yang menyampaikan dengan isyarat atau gerak. Bahan simakan lisan adalah disampaikan dengan suara atau gerakan berupa tangan, alat indera dan gambar. Hasil simakan adalah menceritakan kembali, menerangkan kembali, atau memaparkan apa yang disimak oleh penyimak secara lisan.
Unsur-unsur ketermpilan menyimak tulisan antara lain, (1) sumber simakan tulisan, (2) penyimak, (3) hasil simakan tulis. Sumber simakan seperti buku, tabloid, website, jurnal, dsb. Penyimak adalah orang yang menyimak suatu tulisan, gambar, atau lambang. Hasil simakan, penyimak dapat meriveu kembali apa yang disimak secara tertulis.
Unsur-unsur ketermpilan menyimak campuran adalah (1) sumber simakan campuran , (2) penyimak, (3) hasil simakan campuran. Sumber simakan biasanya terdiri atas lisan dan tulisan, misalnya suatu video dengan menampilkan suara sekaligus tulisan dan atau guru yang membacakan tulisannya di depan siswa, sekaligus menampilkannya dengan slide di depan kelas. Hasil simakan bersifat campuran yaitu, disampaikan melalui suara dan tulisan sekaligus dengan waktu yang bersamaan dalam sebuah video dan pembacaan tulisan dengan memperdengarkan suara yang dilakukan oleh narasumber.
Ketiga jenis simakan di atas dapat diuji kebenarannya dengan cara membandingkan, seperti perbandingan kemampuan menyimak lisan dengan tulisan, perbandingan menyimak campuran dengan lisan atau tulisan, dan pengaruh kemampuan menyimak lisan atau tulisan dengan menyimak campuran. Tentu apabila dibandingkan dapat dilihat perbedaan dan persamaannya secara dinamis. Begitu juga dengan pengaruh keterampilan-ketempilan atau kemampuan-kemampuan tersebut. (postingan Ahmad Muttaqillah 15/3/2024)
Tahapan Menyimak
Dari pengamatan yang dilakukan terhadap kegiatan menyimak pada para siswa sekolah dasar, Ruth G. Strickland menyimpulkan adanya sembilan tahap menyimak, mulai dari yang tidak berketentuan dan sampai pada yang amat bersungguh-sungguh (Rezha Lydiani dan Anggia Pratiwi, 2021).
1. Menyimak Berkala, yang terjadi pada saat-saat sang anak merasakan keterlibatan langsung dalam pembicaraan mengenai dirinya.
2. Menyimak dengan perhatian dangkal, karena sering mendapat ganggungan dengan adanya selingan-selingan perhatian kepada hal-hal diluar pembicaraan.
3. Setengah menyimak, karena terganggu oleh kegiatan menunggu kesempatan untuk mengekspresikan isi hati serta mengutarakan apa yang terpendam dalam hati sang anak.
4. Menyimak serapan, karena sang anak keasyikan menyerap atau mengabsorpsi hal-hal yang kurang penting, hal ini merupakan penjaringan pasif yang sesungguhnya.
5. Menyimak sekali-sekali, menyimpan sebentar-sebentar apa yang disimak. Perhatian secara seksama berganti dengan keasyikan lain. Hanya memperhatikan kata-kata sang pembicara yang menarik hatinya saja.
6. Menyimak asosiatif, hanya mengingat pengalaman-pengalaman pribadi secara konstan yang mengakibatkan sang penyimak benar-benar tidak memberikan reaksi terhadap pesan yang disampaikan sang pembicara.
7. Menyimak dengan reaksi berkala, tetrhadap pembicara dengan membuat komentar ataupun mengajukan pertanyaan.
8. Menyimak secara seksama, dengan sungguh-sungguh mengikuti jalan pikiran si pembicara.
Penutup
Keterampilan menyimak di berbagai tingkatan sekolah sangat diperlukan. Dengan keterampilan menyimak yang baik akan memperolah hasil yang baik. produksi hasil simakan adalah indicator kemampuan seorang murid dalam menyimak. Apakah hasil simakan sesuai dengan sumber simakan, tentu kembali kepada kemampuan penyimak.
Menyimak yang optimal memerlukan latihan dan metode tersendiri. Metode penyampaian, dan metode penerimaan atau menyimak saling berhubungan karena untuk mencapai suatu tujuan yang maksimal.
Daftar BacaanFadilah, S. N. (2021). Keterampilan Menyimak siswa sekolah dasar. Jakarta: UIN Jakrta.
Hoskisson, T. &. (1995). Language Arts: Content and Teaching Strategies. New Jersey: Prentice Hall Inc.
Navisah, I. (2023, Februari 27). Ciri-Ciri Penyimak Yang Baik. Retrieved from http://iffatunnavisah.blogspot.com/: http://iffatunnavisah.blogspot.com/2015/11/ciri-ciri-penyimak-yang-baik.html#.Y_zHEHZBzIU
Rezha Lydiani dan Anggia Pratiwi. (2021). Makalah Tahapan Menyimak. Jakarta: Kelompok Diskusi.
Ridwanuddin, D. (2008). Bahasa Indonesia. Ciputat: UIN Press.
Tarigan, H. G. (2013). Menyimak Sebagai suatu Keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.
Triyadi, S. (2015). Efektifitas Penggunaan Media Audio-Visual untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Uniska, Volume 3, Nomor 2, November, 233.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap ulasannya keren
Mantap