Princess of Chili
Tagur 253
Semerah Chili keriting, sepedas Chili padi alias cabe rawit. Itulah serunya obrolan oagi di pasar tradisional, jelang lebaran haji
Harga cabe yang melambung setara dengan harga daging..hmmm. Emak emak di pasar puyeng mikirin belanja yang harganya pada melangit.
Tapi, tetap saja belanja kan? "Masalahnya, perut dan mulut dak nerimo makanan tanpa Chili", kata emak emak yang lagi antri beli bumbu masak tradisional.
Diriku cuma tersenyum, mau harga melangit pun, kebutuhan cabe gak kena dampak. Masalahnya, ada atau tidak ada cabe makan tetap enak. Bahkan, satu ons cabe bisa gak habis seminggu. Hehehehe . Maklum, perut gak tahan cabe, ini jadi untung kan?
Meski harga Chili mahal, kantong tak bakalan kesal
Meski Chili langka bak permata, makan tetap berselera.
Tapi, yang lebih utama adalah ketika panen raya cabe melangit, harga terperosok ke lembah terjal. Petani mengeluh..harga sangat murah .bahkan hanya dua ribu per ons. Ini mengenaskan
Bagaimana biar seimbang, hmm manajemen pengolahan pasca panen jadi prioritas. Ketika panen melambung, alihkan ke produk cabe kering. Artinya, jemur saja si Chili biar awet sepanjang hari ..hari raya apapun di negeri ini ..
Lebaran haji, minim kehadiran Chili
Salam Literasi
Cemara, 19 Juli 2022.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap Uni.. Sukses selalu