IJIN
Untuk menggenapi cerita ttg profesi yang menjadi pilihan hidupku ini mungkin aku sedikit mengulang yang pernah kutulis . Namun, tentu saja dengan redaksi yang berbeda.
*
Sekolahku lumayan dekat dengan Gelora 10 November Bahkan, banyak muridku yang rumahnya di sekitar gelora tersebut. Sebelum ada gelora Sutomo, Gelora 10 Nopember sering kali digunakan untuk kegiatan tournament sepak bola, baik lokal, nasional, maupun internasional. Jika musim tournament, maka muridku , baik laki-laki maupun perempuan yang tinggal di sekitar gelora 10 Nopember bisa dipastikan akan meminta ijin selama tournament berlangsung. Mereka memanfaatkan itu untuk mencari uang dengan berjualan makanan ringan atau minuman. Aku sudah pernah mengajak berbicara agar mereka tidak membolos, tetapi mereka tetap ngotot. "Lumayan bu nanti bisa buat bayar SPP hasilnya," katanya. Mendengar jawabannya aku tisak mampu berkata apa2 lagi.
Kupandangi wajah muridku itu. Teringat aku dengan hasil home visit yang kulakukan. Teringat tubuh muridku yang tertidur di lantai karena kelelahan. Ya Allah anak se kecil itu harus menanggung beban. Sementara anak-anak yang lainnya hanya bermain-main saja Tidak adilkah Tuhan? Astaghfirullah... Bukankah Allah sudah menyampaikan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ( QS2:286) Jadi inshaallah mereka kuat dan bisa mengatazi permasalahannya.
Dan ketika tournament selesai, maka banyak siswa yang antri di depan meja bendahara. Mereka akan membayar SPP dengan hasil keringatnya sendiri. Satu persatu mereka membayar. Mereka membayar dengan uang receh, uang coin. Uangnya dikumpulkan di kantong plastik. Bendahara mengumpulkan sesuai besarannya. Wajah-wajah mereka terlihat lega, namun hatiku menangis. " Semoga kamu sukses anak-anakku yang hebat karena kamu memang hebat. Dan, kamu inshaallah sukses karena kamu berhak sukses. Barokallohu
gambar diambil dari Google
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Liku liku hidup jd cerita
Kisah ini tak mampu kulupakan walau sudah berlangsung 20-25 tahun yang lalu. Alhamdulillah kudengar kabar bahwa mereka banyak yang hidup layak. Ketika mereka mengadakan reuni , mereka datng dengan percaya diri. Tidak ada yang minder. banyak yang mengatakan bahwa anak-anak mereka menjadi muridku. Ada pula yang anaknya sudah menjadi sarjana. Itu semua adalah hadiah terindah dalam hidupku manakala kutahu muridku sudah berhasil, sudah bahagia. Terima kasih ya Allah. Barokallohu anak-anakku.
Masa kecilku juga bekerja, tapi orang tua cuma cenderung mengajari sulitnya mencari duit jdi belajr cara mengelola dengan baik ternyata sudah dewasa terasa sekali manfaatnya
Luar biasa Pak. Salut dg pengalaman pjngn.
Ini mirip masa kecilku. Bedanya aku gak izin apalagi bolos. Karena kegiatan cari duit ku kulakukan sebelum masuk sekolah dan sesudah pulang sekolah. Alhamdulillah. Semua berubah jauh lebih baik.
Luar biasa, Bu. Tentunya org tua ibu bangga dgn pjngn. Selamat guru hebat. Muridku terpaksa ijin krn sekolah masuk siang. Tournament berlangsung mulai siang -malam. Org Jawa mengatakan "sapa temen bakal tinemu"
Luar biasa, Bu. Tentunya org tua ibu bangga dgn pjngn. Selamat guru hebat. Muridku terpaksa ijin krn sekolah masuk siang. Tournament berlangsung mulai siang -malam. Org Jawa mengatakan "sapa temen bakal tinemu"
Luar biasa, Bu. Tentunya org tua ibu bangga dgn pjngn. Selamat guru hebat. Muridku terpaksa ijin krn sekolah masuk siang. Tournament berlangsung mulai siang -malam. Org Jawa mengatakan "sapa temen bakal tinemu"
Alhamdulillah