Agus Joko Sulistya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

ARUNGI SAMUDRA (5)

Tiba-tiba terdengar suara drumband dari kejauhan. Segera Pratar diperintahkan membentuk barisan berbanjar menghadap ke arah datangnya suara. Rupanya drumband tersebut dimainkan sebagai bagian dari upacara penyambutan Pratar. Senang sekali melihat drumband bermain. Para taruna yang memainkannya begitu atraktif dan bersemangat. Setelah sampai didepan barisan Pratar, drumband tersebut berbalik arah menuju ke gerbang AAL. Barisan Pratar mengikuti dibelakang drumband tersebut berjalan perlahan menuju gerbang AAL. Sepanjang jalan berdiri berjajar taruna-taruna senior melambai-lambaikan tangannya. Sepanjang perjalanan menuju tempat penerimaan, Koko mencium bau khas yang sangat mencolok. Bau tersebut begitu menyengat hidung. Rupanya bau tersebut berasal dari halong yang ada di sepanjang jalan AAL. Halong tersebut merupakan tempat dimana sungai bermuara sebelum menuju ke laut.

Akhirnya rombongan Pratar tiba dilapangan penerimaan. Sebuah lapangan beraspal yang terlihat begitu panas ditimpa terik matahari pagi itu. Lapangan tersebut diberi nama lapangan Banda. Koko membacanya pada papan disamping jalan masuk lapangan tersebut. Rupanya lapangan Banda merupakan lapangan apel bagi personel yang berdinas di AAL. Segera Pratar dibentuk dalam barisan untuk melaksanakan apel penerimaan. Gubernur AAL saat itu menjadi inspektur upacara yang menerima Pratar dari komandan Satgas. Semenjak itu secara resmi Pratar angkatan 45 diterima sebagai warga AAL. Satu per satu pejabat AAL saat itu memberikan ucapan selamat datang kepada Pratar. Mereka berjalan dengan sabar menjabat tangan Pratar satu per satu.

Koko sangat senang melihat seragam para pejabat tersebut. Dia membayangkan, kelak dia akan menjadi seperti mereka. Menjadi perwira TNI AL seperti yang dicita-citakannya. Selesai kegiatan upacara, Pratar kembali diserahkan kepada taruna komando yang akan mengarahkan mereka untuk kegiatan selanjutnya. Pratar dibawa ke suatu komplek messing yang letaknya tak jauh dari lapangan Banda. Seluruh tas bawaan dibawa serta menuju gedung tersebut. Setelah pembagian ruangan, Pratar diperintahkan untuk meletakkan barang-barangnya pada ruangannya masing-masing. Udara panas begitu menyengat. Pergantian udara dari Magelang yang sejuk, menjadikan siksaan tersendiri bagi Koko. Bajunya sudah basah oleh keringat, meskipun día tidak melakukan aktivitas fisik yang berarti. (Bersambung)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

salam literasi...

09 Feb
Balas



search

New Post