aguh gusmara

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MENEBAR VIRUS LITERASI DAN GURUSIANA

MENEBAR VIRUS LITERASI DAN GURUSIANA

MENEBAR VIRUS LITERASI DAN GURUSIANA

Memberi tidak selalu identik dengan sebuah materi atau harta, tapi bisa dengan cara atau hal apapun yang lain dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Berbagi pengalaman atau praktik baik yang telah dilakukan misalnya. Hal tersebut juga bisa kita lakukan sebagai bentuk berbagi kepada orang lain. Memberikan sesuatu hal yang kita miliki meskipun tidak berbentuk materi tentunya patut kita lakukan.

Seperti halnya hari ini, saya mencoba untuk memberi energi positif, mengajak praktik baik bagi yang lain khususnya terhadap teman guru di sekolah.

Berliterasi bagi sebagian orang terkadang menjadi hal yang cukup sulit. Sering orang atau bahkan teman di sekolah berkata, “saya tidak bisa menulis,karena membaca saja jarang”. Begitulah alasan klasik yang sering terdengar. Tapi sejatinya setiap orang tentunya mampu melakukan dua hal tersebut. Asalkan ada kemauan dari dalam dirinya. Mungkin semua bisa dimulai dengan hal yang paling kecil sekalipun. Setiap orang bisa mulai membaca dengan hal yang disukai dan menuliskan pengalaman-pengalaman yang dilalui setiap hari.

Sebetulnya saya pribadi juga sering mengalami kesulitan dalam berliterasi, terkadang sifap malas selalu saja menjadi penghambat. Namun, semuanya saya nikmati sebagai tantangan tersendiri. Sejak sekolah kami menggaungkan literasi, perjalanan literasi saya semakin berkembang. Semua menjadi pacuan literasi saya jauh menjadi lebih baik.

Literasi di sekolah kami saat ini terus dikembangkan agar lebih baik lagi, semua guru dan siswa diarahkan oleh kepala sekolah untuk mampu menulis setiap harinya. Mulai dari jurnal istifadah hingga muhasabah. Dan hasilnya semua sudah dirasakan oleh warga sekolah, baik guru maupun siswa. Semua siswa ternyata mampu mengikuti dinamika tersebut. Buktinya sebagian siswa telah mampu bersaing dalam lomba menulis tingkat nasional saat ini.

Dari torehan prestasi yang telah ada, hal itu ternyata mampu memberi energi positif bagi yang lain. Banyak orang bahkan alumni yang sekarang telah menjadi guru mengikuti jejak literasi kami saat ini. Mereka mulai mengembangkan literasi di sekolahnya masing-masing dan meminta berbagi pengalaman tentang bagaimana cara mengembangkan literasi yang telah kami lakukan.

Bukan hanya tentang literasi, namun tentang gurusiana yang sudah sering kami kungjungi dan menjadi wadah dalam berliterasi pun tidak lepas mereka tanyakan. Hingga akhirnya saat ini mereka mulai mengikuti dinamika dalam berliterasi dan menjelajah blog gurusiana. Bahkan guru-guru baru di sekolah kamipun mulai mampu mengikuti dinamika yang sama.

Ternyata literasi yang telah kami lakukan dan pengalaman menjelalah di gurusiana mampu memberi energi positif bagi orang lain. Semoga semua menjadi dorongan bagi kami untuk terus menggaungkan dan meningkatkan dunia literasi di sekolah. Ketika kami sudah mampu memberi pengalaman kepada yang lain, maka kami harus terus mencari pengalaman agar terus bisa berbagi praktik baik nantinya, khususnya dalam berliterasi. Waallahu a’lam.

Cianjur, 28 September 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kereeen ulasannya, Pak. Sukses selalu. Salam literasi

28 Sep
Balas

terimakasih, salam literasi kembali.

28 Sep



search

New Post