A.G. IRAWAN

Ditakdirkan menjadi guru sekolah dasar di Timika, Papua. Kontak : 085244003085 (WA)...

Selengkapnya
Navigasi Web
Stela dan Hari Ibu
tribunnews.com

Stela dan Hari Ibu

Mentari sudah tinggi, pagi yang cerah tak lama lagi akan diganti dengan siang yang panas, di dalam kamarnya, Stela, cewek tomboy tinggi semampai lulusan SMA angkatan corona ini mengurung diri di dalam kamarnya. Di rumah, ia hanya tinggal berdua dengan mamanya, dua kakaknya laki-laki semua, keduanya tengah melanjutkan studi di luar kota, papanya seorang pelaut yang sesuai jadwal akan pulang ke rumah menjelang Natal.

Meskipun ia berada di dalam kamar tapi ia tetap bisa berinteraksi dengan dunia luar, bahkan baru saja ia mengunggah status di media sosial layaknya postingan-postingan yang jamak memenuhi beranda di tanggal 22 Desember, sebuah gambar disertai tulisan berisi ucapan selamat hari ibu yang diakhiri dengan emoticon peluk dan cium.

Segala yang terjadi di dunia maya belum tentu sama dengan kenyataan yang ada di dunia nyata, media sosial bagi Stela tak lebih dari media untuk bersenang-senang, bersendau gurau, atau hanya sekadar tempat untuk memamerkan foto-foto dari hobinya yang sebenarnya kurang pantas untuk anak perempuan, balapan. Apa yang sedang ia alami tak serta merta ia tulis atau ia unggah dalam sebuah status, pun demikian dengan apa yang ia rasakan sekarang.

Semalam, Lidya, mamanya Stela berceramah panjang dan lebar menasehati Stela anak perempuan satu-satunya agar Stela tak mengulangi lagi kesalahan yang sama di masa mendatang. Pasalnya kemarin, usai membayar denda tilang di bank, Lidya pergi ke kantor polisi untuk mengambil sepeda motor Stela yang ditahan polisi akibat terjaring razia, tidak dapat menunjukkan STNK, dan beberapa item kesalahan lainnya.

Sesampainya di kantor polisi, ketika ia hendak menelefon Stela yang disuruhnya menunggu di rumah ternyata pulsanya habis, jadilah ia meminjam handphone salah seorang petugas lalu mengirim pesan singkat ke nomor Stela.

Sialnya, pesan yang terkirim itu tak kunjung dibalas oleh Stela, pulsa yang diminta yang hanya sepuluh ribu pun tak lekas dikirim, bahkan ketika mencoba menelefonpun selalu ditolak, hingga akhirnya dengan terpaksa Ibu Lidya pulang ke rumah dengan menumpang ojeg.

Tiba di rumah dengan emosi membuncah Ibu Lidya mendamprat Stela yang nampak seperti baru bangun tidur siang dengan kalimat-kalimat penuh amarah,

"Coba kalau mama sms itu dibalas, mama telfon itu diangkat" ucapnya dengan nada tinggi.

"Malam Natal nanti kalau papamu pulang, kamu lihat saja, nanti mama lapor sama papamu" sambungnya.

Stela diam tak merasa bersalah karena memang seingatnya tidak ada sms atau panggilan masuk dari mamanya

"mama tidak sms kok" ucap Stela membela diri.

"Hapemu itu gunanya untuk apa, buka mata, lihat baik-baik hapemu, jangan cuma tidur saja kerjamu".

Kali ini Stela mulai takut, dengan tangan sedikit gemetar diraihnya handphone lalu dilihatnya satu per satu pesan yang masuk, dan benar saja tak ada pesan masuk dari mamanya yang ada hanya pesan dari nomor asing yang sengaja diabaikannya, isinya : "mama kehabisan pulsa, sekarang mama ada di kantor polisi, tolong isi pulsa sepuluh ribu saja ke nomor mama".

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Wah salah sangka jadinya ....kasian bikin berantem. Salam sukses

22 Dec
Balas

Salam literasi

22 Dec

Uph... Disangka SMS penipuan ha..ha..ha

22 Dec
Balas

Salam literasi

22 Dec



search

New Post