Afiyah Latifah

Ibu dari 2 anak putri, yang sehari-hari bermain dengan anak kecil. Karena profesi saya terapis anak berkebutuhan khusus ☺️ Semoga tulisan saya bermanfaat y...

Selengkapnya
Navigasi Web

Selalu Bismillah

Tantangan Hari ke-68 #TantanganGurusiana

Hari ini saya terpaksa harus pergi ke sebuah tempat yang penuh kerumunan. Ternyata himbauan kerja dari rumah akibat wabah Covid-19 tidak berlaku di tempat ini. Orang lalu lalang, antri di sana-sini, duduk sambil ngobrol, makan cemilan, bahkan merokok. Duh!

Sebagian pakai masker, sebagian lagi abai. Jaga jarak aman? Tidak bisa. Kursi terbatas, ruang tunggu pun terbatas. Mau tidak mau orang akan bersenggolan. Saya sendiri duduk rapat dengan orang sebelah. Mau bagaimana lagi, daripada berdiri berjam-jam.

Jam 11 siang kemudian saya lapar karena memang belum sarapan. Bingung, mau makan di warung yang tidak terjamin kebersihannya, atau menunggu sampai pulang dan makan rumah. Tetapi perut sudah sangat lapar, badan mulai lemas dan sedikit meriang. Bahaya kalau harus menunda makan. Padahal di tengah merebaknya wabah, badan harus fit.

Akhirnya saya putuskan makan di warung. Bismillah. Dengan nama Allah. Semua bersih dan sehat. Tawakkal saja, pasrah pada Allah.

Saya kemudian teringat kisah yang dituturkan guru saya sewaktu SD. Tentang Asiyah istri Firaun.

Asiyah adalah perempuan yang dijamin masuk surga oleh Allah. Tahukah kamu apa kebiasaan Asiyah? Selalu mengucapkan bismillah. Bukan hanya saat mau makan, atau melakukan aktivitas berat seperti mengangkat barang misalnya. Bukan hanya itu. Tapi Asiyah mengucapkan bismillah untuk semua aktivitasnya.

Menyisir rambut, mengambil sisir jatuh, memasak, bersih-bersih, semua dilakukan Asiyah sambil mengucapkan bismillah. Hal-hal yang bagi kita sangat remeh.

Mungkin kalau kita mengucapkan bismillah hanya saat memulai aktivitas saja. Itu pun aktivitas tertentu. Misalnya menyetir, mengangkat barang berat, atau tanda tangan berkas penting. Selain itu? Banyak lalainya. Itu saya hehe.

Namun dalam kondisi ada wabah seperti sekarang, dimana info yang beredar cenderung mencemaskan hati, ternyata membawa hikmah. Kita jadi lebih sering mengucapkan bismillah dibanding hari biasa. Betul, tidak?

Mau pegang gagang pintu bismillah. Buka kaleng bismillah. Pegang uang bismillah. Semua pakai bismillah.

Bagaimana tidak, kabarnya virus Corona bisa menempel di benda selama beberapa jam, dan jika terpegang oleh tangan, bisa menginfeksi kita. Jadi takut kan mau melakukan apapun.

Saya tadi kebelet buang air kecil. Maju mundur mau ke toilet umum. Ditahan jadi sakit. Tidak ditahan, khawatir. Bagaimana kalau gayungnya, gagang pitunya, krannya, ah...jadi paranoid kan.

Lama-lama saya bisa mati kutu. Akhirnya, saya lawan perasaan khawatir saya. Sudahlah, pasrah saja. Waspada boleh, panik jangan. Usaha semaksimal mungkin, selebihnya pasrah. Sudah pakai masker, sudah cuci tangan ya sudah.

Takdir manusia sudah tertulis di Lauh Mahfudz. Hanya bisa berdoa semoga dihindarkan dari penyakit menular. Aamiin.

Yang penting, selalu bismillah. Seperti Asiyah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Semoga kita semua terhindar dri wabah penyakit yg mematikan ini

23 Mar
Balas



search

New Post