Karantina Hari Pertama (Wabah Corona)
Tantangan Hari ke-62
#TantanganGurusiana
Dalam bayangan saya, karantina itu seperti ayam yang digiring masuk kurungan, lalu dijaga ketat supaya ga kabur ga kumpul ayam lain. Supaya ga berontak, maka disuplai makan dan minum selalu. Supaya tetap sehat, dipastikan juga suhu ruang, sirkulasi, cahaya, semua cukup dan lancar dalam kurungannya.
Nah kita, dihimbau untuk meng-karantina diri. Tapi ga disuplai makanan. Tetap mencari makan sendiri-sendiri. Akhirnya, yang ga punya stok makanan tetap keluar rumah. Yang ga punya duit tetap keluar cari duit. Apalagi listrik, air, pajak, tetap harus bayar. Ga ada dispensasi. Yang pengusaha tetap harus bayar pegawai. Yang karyawan tetap harus menafkahi keluarganya.
Jadi, akhirnya semua tetap keluar rumah. Mal tetap buka. Padahal belanja di mal bukan kategori darurat.
Sekolah libur, tapi gurunya masuk. Padahal bisa jadi guru tersebut punya anak dan anaknya harus libur di rumah. Jadi anaknya sama siapa?
Belajar online dari rumah, didampingi orang tua. Yang orang tuanya bekerja gimana? Saya tadi juga kerja menerapi, eh anak saya ketiduran di kamar sambil mendekap mushaf Al-Qur'an. Lagi tugas hapalan malah tidur 😔 Trus yang orang tuanya gaptek? Yang ga punya smartphone?
Ya...tapi mau menyalahkan siapa? Ngga bisa. Kejadian ini takdir menurut saya. Semua seperti rantai yang saling kait-mengkait.
Buruh pabrik, ga mungkin kerja dari rumah. Apa pabrik di shutdown aja? Buruh di PHK aja? Penjaga SPBU, penjaga toko, petugas kebersihan sampah, pedagang keliling, tidak semua bisa dikerjakan dari rumah. Dan masih banyak lagi profesi lainnya.
Akhirnya, upaya karantina ini kembali pada kesadaran pribadi masing-masing. Yang penting menjaga kesehatan, rajin mencuci tangan, rajin mandi, makan minum yang sehat, keluar rumah seperlunya, tidak berkumpul yang tidak perlu, dan menjaga jarak aman jika.berinteraksi dengan orang lain.
Semoga wabah Corona ini segera berlalu dan kita bisa mengambil hikmahnya. Allah sebaik-baik pemberi pertolongan. Apapun yang akan terjadi, pasrah. Tugas kita hanya ikhtiar terbaik. Sesuai kemampuan tentunya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar