Kami Terapis Tak Pakai Masker
Tantangan Hari ke-52
#TantanganGurusiana
Ketika banyak orang panik dan berebut masker, kami tidak. Bukan kami tidak percaya wabah Corona. Bukan kami terlalu percaya diri dengan kekebalan tubuh kami. Bukan. Kami juga manusia biasa yang bisa sakit.
Namun pekerjaan kami sudah membuat kami terbiasa dengan bermacam "serangan". Ada yang belum bisa usap ingus, kami yang mengusapnya. Ada yang senang menjilat barang-barang, kami yang kemudian mencucinya. Ada yang mengompol, ya kami yang membasuhnya. Mengepel lantai dan mencuci kursinya. Bahkan pernah ada yang menggigit lengan kami, dan kami sudah biasa.
Ya, kami terapis anak berkebutuhan khusus. Tanpa masker saja anak-anak belum tentu menyimak kami. Jadi tak mungkin kami pakai masker.
Sarung tangan? Kamu justru harus memberi sentuhan langsung dengan kulit kami. Untuk merangsang sensorik mereka. Juga memberikan rasa aman, nyaman, bahwa kami menyayangi mereka. Hand sanitizer? Kami biasa langsung mencuci tangan kami setiap selesai terapi. Begitulah ikhtiar perlindungan kami. Sejak dulu begitu. Sebelum muncul isu virus Corona atau virus-virus lainnya.
Tak lupa selalu berdoa. Allah sebaik-baik pemberi pertolongan. Semoga Allah ridho dengan pekerjaan kami, dan melindungi kami semua. Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar