Afiyah Latifah

Ibu dari 2 anak putri, yang sehari-hari bermain dengan anak kecil. Karena profesi saya terapis anak berkebutuhan khusus ☺️ Semoga tulisan saya bermanfaat y...

Selengkapnya
Navigasi Web

Hati-hati Menitipkan Anak ke Pengasuh

Tantangan Hari ke-49 #TantanganGurusiana

Klien baru hari ini namanya Alf, usia 2 tahun 6 bulan. Keluhan orang tuanya adalah Alf belum banyak kosakatanya. Hanya bisa mengatakan "mama, ayah, cucu (susu)."

Serangkaian pertanyaan pun saya berikan, terkait dengan riwayat kehamilan, kelahiran, dan pasca kelahiran Alf. Menurut keterangan orang tuanya, semuanya bagus, lancar, dan tidak ada problem serius. Tidak prematur, berat badan lahir cukup, perkembangan motorik pun bagus. Tidak pernah sakit parah apalagi kejang.

Saya pun melakukan observasi. Saya panggil beberapa kali, Alf cuek. Saya pancing dengan bunyi-bunyian, masih cuek. Akhirnya saya putar film kartun di youtube, dengan posisi gawai saya sembunyikan di bawah meja agar tak terlihat. Respon Alf langsung mencari sumber suara. Berarti tidak ada gangguan pendengaran. Gawai pun saya matikan. Screening pendengaran ini penting sebelum melakukan asesmen lainnya.

Saya perhatikan lagi Alf sambil sesekali saya tanya orang tuanya. Ternyata Alf bisa duduk tenang. Tidak hiperaktif. Saya pun beri dia pulpen. Langsung dipakainya untuk coret-coret kertas.

Saya juga membuat coret-coretan, menuliskan catatan observasi saya. Melihat saya juga pegang pulpen, Alf minta pulpen saya. Saya pun berganti pulpen lain, dimintanya lagi. "Eh..eh..eh.." begitu reaksinya sambil menunjuk pulpen saya. Sampai 3 pulpen saya ganti, selalu dimintanya

Akhirnya yang terakhir saya tolak. Saya katakan, "Ini punya Bu Afi, kalau Alf pakai yang itu, oke. Bu Afi mau menulis dulu ya."

Ternyata Alf marah mendapat penolakan dari saya. Dilemparnya pulpen yang dia pegang ke arah dinding. Nah ini catatan khusus. Alf ini cenderung memaksakan kehendak. Tidak mau kompromi dan bekerjasama.

Dari sinilah kemudian orang tua Alf bercerita kalau sejak bayi usia 1 bulan lebih, Alf dititipkan ke pengasuh yang masih tetangga sekitar. Karena ibu Alf harus kembali bekerja. Ternyata belakangan diketahui, Alf selalu disetelkan youtube oleh pengasuhnya. Rewel sedikit, langsung diputarkan film. Akhirnya sekarang Alf tidak dititipkan lagi ke pengasuh jika ibunya bekerja, tapi ke neneknya.

Saya mulai melihat benang merahnya. Intinya Alf ini selalu diberi kenyamanan. Semua keinginannya dituruti bahkan sebelum dia memintanya. Akhirnya Alf tidak belajar menerima penolakan, tidak belajar menunggu atau menunda keinginan. Jika ditolak, reaksinya langsung marah-marah, melempar barang-barang, bahkan kata orang tuanya, kadang Alf juga membenturkan kepala ke dinding saat marah.

Orang tua Alf saya perhatikan juga kurang tegas, sering mengalah dan cenderung menuruti. Sehingga Alf selalu menggunakan senjata tantrumnya saat minta sesuatu. Seperti tadi waktu diajak pulang karena waktu observasi sudah habis, Alf marah dan langsung melemparkan mobil-mobilan yang dipegangnya.

Dari hasil observasi, kesimpulan saya adalah Alf harus diterapi perilaku terlebih dulu. Setelah itu baru terapi wicara. Sebenarnya gangguan bicaranya tidak termasuk yang parah. Karena Alf masih bisa berinteraksi dengan orang lain. Bisa berkomunikasi non verbal. Diperintah pun paham, hanya kadang mengabaikan.

Fisik Alf sehat, perkembangan motorik lancar. Riwayat penyakit serius juga tidak ada. Saya pesan ke orang tuanya, harus mengubah cara pengasuhan. Tidak boleh lagi memanjakan. Lebih tegas mengajarkan kepatuhan. Beri perintah-perintah, terutama terkait kemandiriannya, seperti lepas sepatu, mengembalikan mainan, dan meletakkan barang dengan baik, tidak boleh melempar-lempar.

Gawai harus benar-benar stop diberikan. Mulai disapih dot susunya juga supaya perkembangan otot mulut Alf optimal, dan bertahap dilepas diapernya. Latihan toilet training sangat perlu, karena itu juga bagian melatih kepatuhan dan komunikasi.

Biarkan anak merasakan tidak nyaman di celananya saat buang air. Dengan demikian, dia akan berusaha berkomunikasi minta dibersihkan. Orang tua harus siap siaga soal ini.

Kerepotan akan terjadi saat menyapih dot dan latihan melepas diaper. Tapi harus dihadapi jika ingin ada perubahan. Seluruh anggota keluarga harus kompak. Harus tega demi kebaikan anak.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post