Gaya Menabung Suka-suka
Tantangan Hari ke-46
#TantanganGurusiana
Hemat pangkal kaya, kata peribahasa begitu. Saya sih tidak sepenuhnya percaya. Karena kalau terlalu berhemat jadi tidak bisa menikmati hidup. Lalu kaya-nya dimana? Hehe.
Kalau peribahasa itu dibalik, berarti boros pangkal miskin. Ini malah saya sangat tidak setuju. Karena tergantung buat apa borosnya. Kalau boros untuk kebaikan, beramal, bersedekah, menyenangkan keluarga, biasanya bukan menjadi miskin malah makin kaya. Betul ngga?
Nah, tapi kali ini saya mau membahas tentang menabung. Mau berprinsip hemat atau boros, semua orang perlu menabung. Manfaatnya sudah pasti banyak, tidak perlu dibahas lagi ya karena pasti hapal di luar kepala.
Menabung ini banyak macamnya. Setiap orang berbeda-beda tergantung karakternya. Karena berhubungan dengan karakter, maka jangan ngiri melihat gaya menabung orang lain. Fokus ke gaya sendiri saja. Karena saat kita butuh uang juga ngga bisa ambil tabungan orang lain kan. Wkwkwk.
Pertama, gaya menabung rutin. Biasanya ini dilakukan orang yang penghasilannya rutin per bulan atau per minggu. Jadi setiap gajian, langsung disisihkan.
Kedua, gaya menabung sisa. Ada sisa uang belanja ditabung. Kalau ngga ada sisa ya diupayakan ada sisa hehe.
Ketiga, menabung dari hasil side job. Misal karyawan yang punya side job sebagai tukang service elektronik. Dia tidak bisa menyisihkan uang gajian karena sudah sangat pas, maka ketika ada panggilan service, dianggaplah sebagai uang tiban. Rezeki tak terduga. Jadi akhirnya ditabungkan semua. Dan matanya merem. Anggap tak pernah ada uang tersebut. Toh tiban kan.
Keempat, menabung suka-suka. Kalau sedang mood ya menabung. Kalau ngga mood ya bablas. Biasanya gaya menabung seperti ini lebih banyak sedang ngga mood-nya daripada sedang mood-nya. Benar? Ayo ngaku.
Kelima, menabung di akhirat. Uangnya disedekahkan saat ada lebih. Tidak peduli di dunia tidak punya tabungan, yang penting hatinya lega sudah membantu orang lain. Ada orang seperti ini? Ada.
Nah, saya termasuk yang senang menabung suka-suka.
Kalau ada side job, sebagian hasilnya saya tabungkan. Sebagian saja sih. Karena saya juga ingin menikmati lah walau sekedar buat makan dengan keluarga.
Kalau ada sisa belanja, saya tabungkan. Tapi seringnya sih ngga ada sisa hehe.
Kalau ada duit baru yang masih gres, saya tabungkan. Eman kalau dipakai nanti kusut.
Karena sifatnya suka-suka, jadi jumlahnya ngga bisa ditebak. Kadang lagi butuh jumlah besar misal buat bayar daftar ulang anak sekolah, eh duit ngga cukup. Ngga dihitung sejak awal soalnya. Tapi anehnya selalu ada solusi saat injury time. Alhamdulillah.
Oh ya, menabung suka-suka sebenarnya ada enaknya juga loh. Sering menemukan harta karun alias duit yang nyelip-nyelip. Entah di dalamannya tas, diselipan buku, baju, dll. Namanya saja suka-suka. Hehe. Itulah gaya saya.
Kalau Anda, termasuk gaya yang mana?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar