GADIS NINJA
Pulau Terap, itulah desa kecil yang ada di bagian Barat kabupaten Kampar. Sebuah desa yang dilalui aliran sungai Kampar. Di tepi sungai Kampar dan sepanjang perkampungan dipenuhi dengan pohon kelapa yang menjulang tinggi, di mana aku dibesarkan.Aku adalah seorang gadis desa yang cantik dan menjadi incaran pemuda desa.
Saat ini aku duduk di kelas tiga Madrasah Aliyah dan selalu menjadi rangking satu di kelas.Kegiatan yang aku lakukan pagi har sekolah , dan siangnya berkebun sayur. Pada hari minggu aku ke kebun sejak dari pagi.
Ayahku bekerja sebagai penyadap karet, itupun bukan kebun karet sendiri. Penghasilan yang tidak cukup ditambah lagi bila datang musim hujan , seolah ayahku seorang pengangguran. Keadaan itulah yang membuat ayahku berhutang kesana kemari hanya untuk kebutuhan makan sehari - hari. Dan itupun jauh dari cukup.
Dalam kondisi keluargaku yang demikian, ingin rasanya ku akhiri saja sekolahku.Sepatuku yang sudah mulai menganga, bajuku yang lusuh dan sempit, rasanya tak sanggup menatap mata – mata yang menatap seolah mengejek kondisiku.
Aku anak ke 4 dari 7 bersaudara. Kakakku yang paling tua hanya sekolah sampai jenjang sekolah dasar, saat ini dia berada diseberang lautan Malaysia dan sudah lama kami tak mendengar beritanya. Kakakku yang nomor kedua tamat Tsanawiyah dan saat ini juga berada di Malaysia , kamipun terputus informasi dengannya. Kakakku yang ke tiga menjadi pembantu rumah tangga di malaysia. Kakakku yang perempuan ini kadang ada berkirim sedikit uang untuk membantu biaya sekolahku dan adikku .
Wajahku kecil mungil dan cantik , seolah tak mampu kurasakan kecantikanku, , karena kecantikanku tertutupi kain sarung yang ku tutupkan ke mukkaku bagaikan ninja sore. Keringat yang selalu mengalir deras di sekujur tubuhku,tanganku yang halus, tergores oleh tangkai cangkul yang selalu ku ayunkan menjadi sahabat setia ku sehari – hari. Sebagai seorang gadis desa , aku merasa malu melangkah ke kebun sayur , tetapi aku tidak punya daya untuk memberontak. Wajaku yang selalu kututupi dengan kain sarung, aku melangkah bagaikan gadis ninja perempuan tetapi aku masih menyimpan rasa malu jika teman lelaki sekelasku mengetahui bahwa aku bekerja di kebun sayur sore harinya.
Pada suatu sore , aku pulang dari sawah, angin kencang, ninja penutup wajahku diterbangkan angin. Ketika aku berusaha untuk mengambilnya sarung ninjaku, tiba – tiba seorang cowok datang mengambilkan sarung ninja yang terjatuh. Betapa malunya diriku karena jati diriku diketahui oleh cowok sekelasku.
Bersambung.......
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap...Ditunggu part 2.
Mantap...Ditunggu part 2.