Ternyata Gadis Cantik Berkerudung Putih Itu Mantanku
Sudah dua malam ini, Rudi bermimpi aneh. Dia menceritakan mimpinya itu pada pamannya. Namanya Diki, paman rudi adalah seorang montir handal yang terkenal. Dari mobil tua klasik sampai mobil modern yang mahal harganya sudah dia perbaiki semua.Rudi sangat dekat sekali dengan pamannya ketimbang kedua orangtuanya. Pak Diki adalah adik kandung ibu Rudi. Dia juga sangat menyayangi Rudi seperti anaknya sendiri.
" Paman, sudah dua malam ini aku bermimpi aneh. Malam pertama, aku bermimpi terbang diatas langit menaiki burung elang yang besar berputar- putar diudara. Menurutmu apa makna mimpiku ini, Paman?" Wajah Rudi melata memandang pamannya di dekatnya.
"Mungkin kamu terlalu banyak nonton film, Rudi. Jadi kebawa mimpi," Pak Diki mulai memenangkan Rudi yang mulai gelisah karena mimpinya.
Lalu Rudi menceritakan mimpinya lagi. "Malam kedua, Rudi bermimpi seperti berada di suatu pulau yang indah. Tempat itu sangat ramai sekali. Disana, aku dikelilingi wanita cantik. menurut warga, tempat disana yang disebut pulau bidadari. Dimana penduduknya banyak dihuni para wanita ketimbang laki-laki." Rudi tambah penasaran, dia seperti memikul beban yang berat atas mimpinya itu.
" Mungkin kamu perlu banyak refresing, Rudi." Pak Diki meyakinkan Rudi kalau mimpinya itu bagus dan tak perlu mengkhawatirkan itu.
Keesokan harinya, Rudi pergi ke taman kota di dekat rumahnya. Rudi biasa jalan- jalan pagi kesana. Selain pemandangannya indah dan sejuk, di sana juga ada banyak yang jualan di hari minggu. Dari Nasi pecel, bubur ayam dan jajanan ringan dan minuman.
Sontak Rudi dibuat kaget, tiba-tiba dia di datangi dua bidadari cantik. Wajahnya kemayu, kulitnya putih dan bersih. Dan satunya lagi kuning langsat. Rudi sangat suka tutur katanya, mereka berdua sangat lembut dan keibuan. Jujur, ada rasa berbeda saat dirinya berada di dekatnya.
Rudi tambah penasaran, wanita itu sangat perhatian dan seolah kenal lama dengan Rudi. Begitupun, wanita yang satunya. Mereka terasa tidak asing dengan sosoknya. Rudi mulai mencuri pandang, karena wanita di depannya itu seperti wanita idamannya. Dia memakai baju berwarna coklat bermotif bunga sakura.
Satu lagi, memakai gaun jubah terusan ala turkis warna ungu dengan kombinasi bercak putih di sekitar bahu dan lengannya. Seperti wanita muslim lainnya, mereka memakai kerudung berwarna sama dengan bajunya. Aku lama memandangi wanita itu dengan seksama. Dia membalasku dengan senyum belibis seperti seorang putri yang ada di film Korea.
Lalu, mereka datang menghampiri diriku dengan membawa secangkir kopi hangat dengan sedikit gula didalamnya.
"Apa kabarnya, mas." Wanita itu menyapaku, sambil menaruh segelas kopi itu di depanku. Akupun sedikit kaget, karena aku belum pernah bertemu mereka sebelumnya. Entah aku lupa atau amnesia tentang wanita itu.
"Alhamdulillah, kabarku baik." Rudi mulai gugup, jantungnya berdetak tak beraturan. Seakan kembali lagi kezaman SMA dulu. Lalu, dirinya mulai memberanikan diri membalas bertanya. "Apa kita pernah berjumpa sebelumnya?"Tanya Rudi, penasaran.
"Ya iyalah, dulu kita teman dekat," Seketika, Wajah Rudi mulai pucat. Banyak sekali pertanyaan bermunculan dikepalanya. Lalu, Dia menjulurkan tangannya yang halus itu.
"Aku Ani, masak kamu lupa sih, kita dulu satu sekolah waktu SMA," Kepalaku terasa mau pecah rasanya, karena orang di depanku saat ini ternyata teman SMA-ku, (Ujar, Rudi dalam hati).
" Hai Rudi, aku Santi, Masak lupa sih pada kita?" Rudi sedikit tertegun, karena Ani dan Santi dulu tak secantik sekarang. Penampilannya modis, tingginya semampai. Pokoknya penampilannya berbeda dengan yang dulu.
"Jujur, aku pangling pada kalian."Rudi mulai membalas senyum mereka, tapi Rudi masih bingung, karena diantara mereka ada mantannya. "Ani, kamu kuliah dimana sekarang, lama banget tidak ada kabar tentangmu." Rudi mulai memberikan isyarat pada Ani bahwa sebenarnya dia masih belum melupakan dirinya.
"Ternyata dia mantanku, "dihati Rudi mulai serba salah dan salah tingkah, dia mulai bingung pada wanita di depannya, karena dulu wanita itu pernah mengisi hatinya. Sejenak, suasana menjadi hening dan haru.
"Cie-cie, bakal seru nih.. Cinta lama bakalan bersemi kembali," Santi mulai menggoda mereka. " Apaan sih kamu San.. Gak lucu tauk, " Ani mulai malu-malu kucing, dia sadar jika perasaannya pada Rudi masih ada. Karena sejak kelas dua SMA mereka pacaran.
Mereka bertiga dulunya adalah teman dekat, tapi terpisah dengan jarak dan waktu. Santi ikut orangtuanya ke Surabaya. Sedangkan, Ani kuliah di jakarta ikut kakaknya. Sejak lulus SMA, mereka putus hubungan karena nomor Handphone mereka berubah satu sama lain.
( bersambung)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar