ABAS

GURU SMPN 3 PAGADEN SUBANG.Pengurus PGRI Kabupaten Subang. Mengajar pula di SMA PGRI 1 Subang ...

Selengkapnya
Navigasi Web
Pramuka Dalam Sebuah Kenangan

Pramuka Dalam Sebuah Kenangan

Sudah menjadi agenda nasional, setiap tanggal 14 diwajibkan memakai pakaian pramuka. Tidak terkecuali guru. Begitu pula dengan saya. Ketika membaca himbauan dari kakak-kakak pramuka yang tergabung dalam WAG mengingatkan untuk berpakaian pramuka. Tampilan himbauanpun sangat menghipnotis pembacanya. Kenapa tidak wajah cantik berpakaian pramuka seakan-akan tidak pernah ditemukan ketika sedang melaksanakan penjelajahan. Ya, penjelajahan ketika bersekolah di bangku SD,SMP dan SMA membawa catatan penting dalam memori makna pramuka sebenarnya untuk saya.Ketika di bangku SD bagaimana saya diajarkan cara berbaris dengan baik. Tidak segan-segan bila salah pus up menjadi imbalan yang diterimanya. Marah? Tentu tidak. Sebab disanalah pembelajaran kemandirian dan bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan. Pondasi yang diterapkan ketika itu benar-benar masih saya ingat. Bagaimana ketika melakukan kesalahan ketika menempati posisi berbaris salah. Lari mengelilingi lapangan menjadi imbalannya. Marah?lagi-lagi saya katakan tidak. Sebab disanalah pembentukan karakter mulai ditanamkan dengan lebih kuat. Saya benar-benar bersyukur diperkenalkan oleh guru-guru ketika itu. Sampai akhirnya dengan penanaman disiplin salah satunya melalui gerakan pramuka saya dapat menyelesaikan pendidikan dengan nilai yang sangat memuaskan.

Dengan hasil yang ditorehkan tersebut, membawa jiwa dan ragaku terus mencintai pramuka. Walaupun tidak secemerlang teman-teman yang lainnya. Akan tetapi ketika mengenakan pakaian pramuka selalu ada kebanggaan tersendiri. Sehingga tidak menjadi aneh bila setiap ada perkemahan di tingkat kecamatan dan kabupaten, sayaselalu diikutsertakan mewakili sekolah. Dengan kepercayaan yang diberikan, tentunya menambah motivasi bagaimana memaknai pramuka. Pramuka tidak pernah mengeluh. Pramuka selalu mencari solusi. Pramuka selalu hidup sederhana dan kemandirian. Itu yang dimaknai ketika duduk di bangku SMP. Sampai akhirnya waktu pun yang membawa lulus ke tingkat SMA.

Pergerakan pramuka di SMA seakan-akan mulai mendarah daging. Berbagai kegiatan terus saya ikuti. Disampaing kegiatan yang lain seperti ekstrakulikuler olah raga, Paskibra dan tentunya keosisan. Perlahan tapi pasti, pembina pramuka di SMA pun mulai mengendus kemampuan saya dalam bidang pramuka. Kesempatanpun diberikan untuk menaikan tingkatan. Ya, Penegak Bantara ketika itu disandang dengan teman-teman yang lainnya. Tidak mudah untuk menempelkan balok di pundak bertuliskan BANTARA. Perlu perjuangan baik pisik maupun mental. Sehingga menjadi hal yang pantas bila menjadi suatu kebanggaan saat itu. Pramuka juga yang turut berperan meloloskan dari pergelutan pengurus OSIS. Sampai akhirnya diberikan mandat menjadi ketua OSIS. Prestasi yang cukup dibanggakan ketika itu. Sebab dengan dasar pramuka semua rekan memberikan kepercayaan. Sampai kahirnya, saya benar-benar terlibat dalam semua gerakan pramuka di sekolah. Kenangan yang tidak mungkin dilupakan. Bagaimana penjelajahan baik dilaksanakan ketika siang maupun malam. Bagaimana berlomba tanpa mengenal menyerah. Bagaimana bergotong royong menyelesaikan masalah, bagaimana menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, sungguh hal yang sangat membanggakan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post